Skip navigation

Category Archives: Ubuntu

Workshop Zimbra

Iklan

Kata siapa BlankOn Linux itu sama saja dengan Ubuntu? BlankOn dikembangkan tidak hanya untuk mengganti tema dan bahasa Ubuntu dengan nuansa Indonesia. Aplikasi yang disertakan di BlankOn pun sudah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna komputer di Indonesia. BlankOn menjadi satu-satunya distro yang sudah mendukung metode input menggunakan Aksara Nusantara. Di BlankOn 7 Pattimura, setidaknya sudah ada enam aksara dari enam daerah yang sudah didukung. Diantaranya, aksara Jawa, Bali, Batak Toba, Bugis, Rejang, dan Sunda. Kalau Anda bertanya “Untuk apa aksara-aksara daerah itu? Saya ga mungkin menggunakannya utk mengetik.” kita tidak perlu menunggu klaim dari tetangga untuk melestarikan budaya dan aset bangsa ini kan?

Read More »

  1. It’s just for Linux
  2. It’s always free
  3. There’s no support
  4. You need full access to the source code
  5. It’s just for programmers
  6. You’re breaking the law by adopting open source
  7. You have to be an expert to use it
  8. It’s hard to find
  9. Freeware and shareware mean open source
  10. Not many peopel use it

Selengkapnya

Waktu rilis BlankOn 7 Pattimura semakin dekat saja. Jika tidak ada aral melintang, para pengembang BlankOn merencenakan mengumumkan rilis ketujuh distro bernuansa lokal ini tepat di Hari Kemerdekan Republik Indonesia 17 Agustus 2011. Rilis BlankOn 7 memang sarat dengan rasa nasionalisme, setelah sepakat menggunakan kode nama Pattimura, pahlawan kemerdekaan dari Maluku, jadual rilispun direncakanan bertepatan dengan hari kemerdekaan. Ada perubahan signifikan di rilis terbaru BlankOn nanti. Perubahan sekaligus kejutan untuk pengguna yang belum/tidak sempat mencoba rilis jahitan BlankOn 7. Perubahan paling tampak terutama pada antarmuka lingkungan desktop yang tidak lagi sepenuhnya menggunakan Gnome 2 namun juga tidak beralih ke Gnome 3 atau Unity. Penasaran? Berikut pratilik BlankOn 7 Pattimura.

Read More »

LinuxSetelah sempat ramai menjadi pergunjingan tentang kemungkinan Linux akan naik kelas tahun ini, akhirnya Linus Torvalds secara resmi mengumumkan kehadiran Linux 3.0 yang akan menggantikan Linux 2.x.y. Linus mengumumkan kehadiran Linux versi 3.0 melalui sebuah email yang ia kirimkan ke milis kernel Linux aka Linux Kernel Mailing List. Menurut Linus, seperti ia terangkan dalam email tersebut, tidak ada sesuatu yang istimewa dalam kehadiran Linux 3.0. Tidak ada juga perubahan besar-besaran seperti yang terjadi pada KDE 4.0 ataupun Gnome 3.0. Juga tidak ada fitur baru, tidak ada perubahan ABI dan API. Kenaikan versi ini hanyalah masalah penomoran saja, namun demikian Linus juga berharap Linux akan semakin matang setelah dirilis selama 20 tahun. Yup, kita semua para pengguna sistem operasi GNU+Linux juga mempunyai harapan yang sama. Selamat tinggal Linux 2.0, selamat datang Linux 3.0. Bagi yang penasaran dan ingin mencicipi Linux 3.0, Linus juga sudah merilis release candidate 1 di sini. Silakan diunduh dan dikompilasi, jangan lupa melaporkan bug kalau menemukannya 🙂

Besok jangan lupa menghadiri Firefox Launch Party Surabaya yang akan diadakan di BG Junction, Function Room Level 1 – A40, Jl. Bubutan. Acara ini akan berlangsung mulai pukul 18.00 WIB – selesai. Dan bagian terbaik dari acara ini adalah kehadiran para pengembang Firefox:

  1. David Adler Anderson – JS Engine / Firefox Engineer
  2. David Mandelin – JS Engine / Firefox Engineer
  3. Joshua Aas – Mac Platform Firefox Developer
  4. Yofie Setiawan – #idmoz

Info lebih lanjut ada di sini.

Gnome 3.0 Release Party

Biasanya saya cabut terus pasang lagi satu-satu itu kabel dengan port di Ethernet PC server atau dengan kata lain menggunakan cara coba-coba. Tapi jelas saja cara ini kurang praktis apalagi ada beberapa PC yang memiliki beberapa Ethernet yang harus dikonfigurasi. Cara yang lebih praktis adalah menggunakan kakas ethtool yang dijalankan dengan perintah:

sudo ethtool -p eth0

Kartu yang sesuai akan berkedip-kedip sampai kita menekan Ctrl+C. Sayangnya tidak semua Ethernet NIC mendukung hal ini.

Update 9/10 13:46:
Ubuntu tidak membawa tool ini secara default jadi kita harus pasang dulu.

sudo apt-get install ethtool

segmentation faultAda sedikit cerita lagi dari pengalaman saya ketika berhadapan dengan galat atau error pemrograman bernama “segmentation fault“. Galat ini menurut pendapat saya pribadi adalah galat paling angker dalam pengalaman saya belajar pemrograman, khususnya bahasa C. Galat ini jadi angker karena ada beberapa penyebab yang memungkinkan ia timbul dan cukup sulit untuk dideteksi karena secara sintaks dan grammar program yang kita tulis sudah benar. Kompilasi dan linking sudah lewat dan berjalan tanpa error tapi ketika program dijalankan ia akan berhenti dan menampilkan pesan angker “segmentation fault”. Jika menggunakan cara biasa dengan memandangi kode program baris demi baris, dapat dipastikan penyelesaian galat ini akan butuh waktu yang cukup lama apalagi jika program yang sedang kita kembangkan cukup besar dan terdiri dari puluhan berkas.

Read More »

Jika membutuhkan berbagai font Microsoft Windows, seperti Times New Roman atau Courier New, ketika bekerja dengan OpenOffice.org di Ubuntu atau distribusi GNU+Linux lainnya, install saja dengan menjalankan perintah

sudo apt-get install msttcorefonts

Pastikan kompie/lapie tersambung ke Internet walaupun menggunakan repo lokal karena installer yang ada di repo akan mengunduh berkas-berkas font dari Internet. Selamat bekerja.