Skip navigation

Category Archives: Terminal

Kenapa ya terkadang waktu atau jam di sistem operasi Linux bisa tidak cocok dengan jam di BIOS atau hardware? Ada kalanya saya perhatikan jam di BIOS cocok dengan waktu sebenarnya tapi di Linux tidak. Kadang juga sebaliknya, jam di Linux cocok tapi tidak demikian dengan waktu di BIOS? Apa mungkin ada hubungannya dengan pemilihan setting waktu ketika instalasi sistem operasi Linux?

Read More »

Setelah selesai memasang server email kadang kita butuh cara yang cepat untuk menguji apakah server tersebut sudah bekerja dengan benar. Caranya tentu saja dengan mencoba mengirimkan email dari server tersebut, tujuannya bisa ke luar bisa juga ke domain internal. Kalau mau yang agak ribet, pasang saja web mail client atau setting desktop mail client macam Thunderbird. Kalau ga mau ribet, gunakan saja telnet. Gampang dan cepat. Buka terminal favorit masing-masing, lalu:

Read More »

Biasanya untuk mengubah permisi direktori/berkas di GNU/Linux secara rekursif, saya menggunakan chmod tapi ternyata hasilnya bisa saja tidak seperti keinginan. Masalahnya ketika menggunakan opsi -R (rekursif) bersama chmod maka semua berkas di bawahnya akan mendapatkan efek samping. Kadang suka cari solusi menggunakan chmod, kalau baca di manual perintah ini sepertinya tidak memungkinkan utk menyelesaikan masalah. Solusinya? Gampang saja, kombinasikan dengan chmod perintah find.

find . -type d -exec chmod 755 {} \;

Perintah di atas akan mengubah permisi semua direktori di bawah . (direktori aktif).

find . -type f -exec chmod 644 {} \;

Perintah di atas akan mengubah permisi semua berkas di bawah . (direktori aktif).

Tulisan super singkat, mohon maaf kalau dianggap nyampah. Hanya sebagai pengingat tatkala lupa.

scp send_tls.pl fax-user@10.15.23.209:~

Keterangan:

  • scp: command line untuk menyalin berkas lewat ssh
  • send_tls.pl: nama berkas lokal yang hendak disalin
  • fax-user: nama pengguna di sisi server
  • 10.15.23.209: alamat ip server
  • ~: lokasi berkas akan di salin di sisi server

Skrip sederhana yang ditulis dengan PERL ini bisa digunakan untuk mengirim email secar otomatis dengan bantuan cron. Saya tulis di sini hanya sebagai arsip untuk mempermudah jika suatu saat butuh sehingga tidak perlu mencari ke mana-mana. Mohon maaf kalau tanpa penjelasan, kalau ada kesempatan nanti saya coba bahas tentang skrip ini.

#!/usr/bin/perl -w

use MIME::Lite;
use Net::SMTP::TLS;

$FROM='dari@domain.com;
$TO='kepada@domain.co.id';
$subject='TESTING 123';
$SMTPUSER='dari@domain.com';
$SMTPPASS='rahasia';
$message_text='testing';

my $msg = MIME::Lite->new(
              From => $FROM,
              To => $TO,
              Subject => $subject);

$msg->attach(Encoding => 'base64',
             Type => 'text/plain; charset=UTF-8',
             Data => $message_text);

my $smtp = new Net::SMTP::TLS::ButMaintained(
                     'smtp.gmail.com',
                     Port => 587,
                     User => $SMTPUSER,
                     Password => $SMTPPASS,
                     Timeout => 60);

$smtp->mail($FROM);
$smtp->to($TO);

$smtp->data;
$smtp->datasend($msg->as_string);
$smtp->dataend;

$smtp->quit;

Belakangan ini saya sering menjalankan program yang membutuhkan waktu yang lumayan lama, bisa berjam-jam bahkan terkadang bisa berhari-hari. Celakanya listrik di kontrakan saya sering padam tanpa alasan yang jelas sehingga sering kali program yang saya jalankan harus diulangi dari awal karena memang tidak ada opsi untuk menyimpan proyek yang sedang diproses. Dan karena kata orang “waktu adalah uang” maka terkadang saya ingin mengetahui berapa lama persisnya waktu yang dibutuhkan program yang saya jalankan untuk menyelesaikan suatu proses pengolahan data. Selain untuk iseng, mungkin nanti akan dibutuhkan dalam laporan. Caranya ternyata cukup mudah, kita tinggal menambahkan perintah time di awal program yang hendak dijalankan:

time java weka.core.converters.ArffLoader -i data.arff

Contoh keluarannya seperti ini:

real   4m30.086s
user   4m28.330s
sys   0m0.130s

Kelihatan kan? Untuk lebih jelas tentang time ini, silakan membaca manual.

Kalau rekan-rekan gemar mengunduh berkas dari situs berbagi berkas gratis seperti Rapid Share, 4Shared, Ziddu, IndoWebster, dll pasti sering menemukan berkas yang terpisah menjadi beberapa bagian. Berkas ini harus digabungkan kembali supaya dapat ditayangkan sebagaimana aslinya, di Debian, Ubuntu, BlankOn, Linux Mint, dan distro GNU+Linux lainnya dapat menggunakan perintah “cat”, caranya seperti ini:

cat ana1.avi ana2.avi > ana.avi

Hasilnya akan ada tiga berkas baru dengan ana.avi sebagai hasil gabungan dan berkas sebelumnya yang dipecah dapat dihapus dengan aman.

Ini sebenarnya lagu lama alias basbang, dulu sempat jadi tren di komunitas pengguna Ubuntu. Program yang dimaksud di sini adalah perintah yang paling sering dijalankan lewat terminal atau konsole. Cara mengetahuinya? Cukup jalankan perintah berikut ini:

history | awk '{a[$2]++}END{for(i in a){print a[i] " " i}}' | sort -rn | head

Dan hasilnya akan ditampilkan sepuluh perintah paling sering digunakan, hasil saya seperti ini:

249 sudo
120 ls
101 apt-cache
85 cd
54 ping
22 wget
22 nmap
21 top
18 ifconfig
17 history

Program apa yang paling sering kamu pakai?

Just wanna show the screenshot of my current desktop. Check this out!

my current desktop

A litle story about my desktop, the operating system of-course the most popular GNU/Linux distribution Ubuntu 10.04 Lucid Lynx with the latest stable of Gnome 2.30.0. I changed the theme to New Wave and put the button of the window (minimize, maximize, close) to the left. I got the wallpaper somewhere on the Internet, I really forget the link, perhaps Gnome-look. I also replaced the bottom panel with Avant Window Naviagor to make the desktop looks nicer. I used this trick to make the terminal attached on the desktop.

Bertempat di Gazebo Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo pada tanggal 19 November 2009 (kemarin) telah dilaksanakan acara Karmic Release Party, sebuah acara yang diadakan untuk meramaikan rilis Ubuntu 9.10. Acara yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIT hingga 17.00 WIT (Waktu Indonesia Telang) ini dibagi dalam dua sesi, sesi pertama lomba instalasi Ubuntu 9.10 menggunakan live usb dan laptop, sedangkan sesi kedua diisi dengan review Ubuntu 9.10 oleh Arifin Dwi P.

Read More »