Skip navigation

Category Archives: Log Book

Tak terasa sudah cukup lama juga saya tidak menulis lagi di blog ini. Ya, selama lebih dari tiga bulan ini saya memang menjauh dari dunia maya dan keramaiannya. Ternyata ada enaknya juga ketika hidup kita terbebas dari Internet dan barang-barang elektronik semacam ponsel pintar, dkk. Setidaknya saya tidak harus membaca berita-berita di koran online yang terkadang justru menumbuhkan rasa pesimis akan keadaan bangsa kita ini. Bagaimana tidak, kebanyakan media massa memang lebih senang memberitakan yang buruk-buruk tentang orang-orang di negeri ini.

Read More »

Walaupun judulnya berbahasa Inggris, artikel ini disajikan dalam bahasa Indonesia :-). Ceritanya bermula ketika beberapa hari yang lalu ada beberapa proses di server SAP kloning (bukan production) menghabisi CPU. Proses tersebut mengakibatkan server SAP menjadi tidaa berdaya karena penggunaan CPU selalu di atas 90%. User masih bisa login ke sistem tapi ketika menjalankan suatu tcode (transaction code), prosesnya terasa sangat lambat sekali. Bahkan rekan-rekan progammer ABAP yang melakukan debugging tidak pernah benar-benar masuk ke debugger sama sekali. Setelah melakukan sedikit investigasi, saya memutuskan untuk membunuh semua proses milik user sepadm (adm) di sistem operasi AIX tempat SAP bercokol. Hasilnya maknyus, penggunaan CPU langsung turun ke angka di bawah 10%.

Read More »

Kebetulan dapat tugas untuk mendampingi seorang rekan di kantor yang sedang mengurusi aplikasi pembayaran daring dengan salah satu bank terbesar di dunia. Setelah minggu sebelumnya harus ke Jakarta untuk membereskan masalah SMimeTool yang digunakan untuk enkripsi di aplikasi ini, yang ternyata masalahnya sepele: SMimeTool tidak dapat berjalan baik pada Java Runtime Environment bawaan CentOS yang menggunakan gcj. Nah cerita berlanjut, demi mempermudah proses enkripsi berkas yang akan dipertukarkan maka saya buatkan shell script kecil yang nantinya akan dipanggil dari PHP menggunakan fungsi shell_exec(). Isi skrip ini sangat sederhana, ia akan memanggil program berbasis Java untuk mengenkripsi berkas teks yang dikirim oleh SAP, lalu menghapusnya setelah enkripsi berhasil dijalankan.

Read More »

rest in peaceBerita duka itu datangnya tak terduga, ia bisa datang kapan saja, di mana saja, dan menimpa siapa saja. Seperti pencuri di malam hari. Demikian juga kematian, siapa yang bisa menolaknya, siapa yang bisa menghindarinya, semua yang hidup pasti akan mati, semua yang berasal dari debu tanah akan kembali menjadi debu tanah. Itu semua hanya masalah waktu saja. Seperti juga saudaraku yang satu ini, abangku, Agustinus Martua Damanik. Usianya masih terbilang sangat muda, tidak jauh beda denganku, bisa dibilang sebayalah. Dia juga baru saja pulang dari Bona Pasogit, Tano Batak nun jauh di sana, di kampung halaman yang memang jarang ia kunjungi. Siapa sangka kalau aku harus menerima kabar bahwa dia telah dipanggil oleh Tuhannya, di pagi hari Minggu (15/01/2011). Dia telah meninggalkan dunia yang fana ini di usia yang masih sangat muda. Ini kali kedua keluarga besar kami harus kehilangan seorang anak muda di usia yang terlalu muda. Anak muda yang begitu baik, yang tidak saja dicintai oleh keluarga tapi juga oleh rekan kerja, teman sesama pemuda, tetangga di lingkungan rumah tinggalnya, dan semua orang yang pernah mengenalnya. Selamat jalan saudaraku, beristirahatlah yang tenang di alam sana.

Gambarnya diambil dari sini.

Sebagai negara maritim kepulauan dengan garis pantai membentang sepanjang 95.181 km, sangat wajar kalau Indonesia memiliki banyak sekali pantai yang indah. Beberapa di antaranya sudah sangat terkenal hingga ke dunia internasional, sebut saja Pantai Kuta dan Pantai Sanur di Bali. Namun tidak sedikit pula yang masih tersembunyi sehingga keindahannya tidak banyak disaksikan mata manusia. Salah satunya Pantai Siring Kemuning di Bangkalan, Madura. Pantai Siring Kemuning terletak di desa Mecajah di Kecamatan Tanjung Bumi, berjarak sekitar 41 km ke arah utara Kota Bangkalan. Jika memulai perjalanan dari Kota Bangkalan, butuh waktu sekitar sejam dengan menggunakan sepeda motor untuk sampai di pantai ini. Sebaiknya gunakan kendaraan kendaraan pribadi karena belum ada angkutan umum yang mencapai daerah Pantai Siring Kemuning.

Read More »

Satu lagi postingan telat di blog ini. Hampir dua minggu lalu, di sebuah pagi di hari Sabtu (2 Juli 2011), komunitas blogger Madura yang bercita-cita mengubah citra tanah kelahiran mereka dengan tulisan di blog melakukan ekspedisi ke salah satu tempat eksotis dan mungkin jarang dikunjungi orang di pulau penghasil garam itu, Gunung Geger. Sebenarnya kurang tepat juga kalau disebut gunung karena setelah saya sampai di sana sepertinya apa yang disebut Gunung Geger ternyata bukit yang menjulang cukup tinggi. Letaknya di Kabupaten Bangkalan, tidak jauh dari kota Bangkalan. Namun perjalanan menuju lokasi memakan waktu beberapa jam karena kondisi jalan yang tidak terlalu baik.

Read More »

Akhirnya sampai juga di bagian terakhir cerita dari Makassar ini (mudah-mudahan menjadi yang terakhir) šŸ˜€

Perjalanan saya di Benteng Somba Opu harus diakhiri lebih cepat karena hujan yang tiba-tiba turun dengan sangat deras. Untungnya becak yang saya tumpangi dilengkapi dengan pelindung hujan, walaupun saya harus kasihan melihat bapaknya mengayuh becak di tengah hujan deras. Itu sebabnya pas bayar ongkos saya tidak tawar-menawar lagi dengan bapak itu.

Toraja

Rumah adat Toraja

Read More »

Mari melanjutkan cerita dari Makassar

Benten Ujung Pandang

Pintu masuk Fort Rotterdam

Dari Fort Rotterdam saya melanjutkan perjalanan ke Monumen Mandala. Sebenarnya saya sempat berpikir untuk menyeberang ke Pulau Kayangan tapi tidak jadi. Kali ini saya naik becak dayung karena menurut beberapa orang yang saya tanyai di depan benteng, perjalanan akan lebih dekat jika saya naik becak. Ternyata jarak dari Fort Rotterdam ke Monumen Mandala memang tidak terlalu jauh, hanya butuh waktu tempuh sekitar 10 menit untuk sampai.

Read More »

Kota Makassar atau Ujung Pandang yang terletak di Pulau Sulawesi bagian Selatan merupakan kota terbesar dan pintu gerbang di Indonesia bagian timur. Saya beruntung sekali telah mendapatkan kesempatan mengunjungi ibu kota Propinsi Sulawesi Selatan ini untuk kedua kalinya. Kesempatan pertama menginjakkan kaki di Kota Daeng ini saya alami pada tanggal 22-27 Januari silam, sayangnya saya tidak terlalu banyak menikmati keindahan kota Makassar karena pekerjaan yg cukup menyita waktu. Kala itu saya hanya berhasil mengunjungi Trans Studio dan Somba Opu serta melewati Pantai Losari (hanya melintas ketika hendak ke Pasar Somba Opu).

Read More »

Ada yg bilang “sesuatu akan begitu berharga ketika kita kehilangannya”, itu yang saya rasakan ketika Sabtu (08/01/2011) sehabis mandi lalu mengenakan pakaian seragam hendak berangkat ke kantor saya baru menyadari kalau dompet merah merk Nike yang sudah berada di saku celana saya selama kurang lebih 6 tahun tidak ada di saku celana kantor. Saya sempat panik, saya acak-acak semua pakaian yang tergantung di pintu dan lemari kamar kosan, saya periksa satu per satu sakunya untuk mencari tahu kalau-kalau dompet saya ada di sana. Ah sudah semua pakaian saya periksa tapi tidak ada, gantian lemari yg saya buka kemudian saya cek ruang demi ruang serta pakaian di dalamnya lembar demi lembar. Tidak ketemu juga, saya semakin panik saja.

Read More »