Skip navigation

Category Archives: Dasar Linux

Kenapa ya terkadang waktu atau jam di sistem operasi Linux bisa tidak cocok dengan jam di BIOS atau hardware? Ada kalanya saya perhatikan jam di BIOS cocok dengan waktu sebenarnya tapi di Linux tidak. Kadang juga sebaliknya, jam di Linux cocok tapi tidak demikian dengan waktu di BIOS? Apa mungkin ada hubungannya dengan pemilihan setting waktu ketika instalasi sistem operasi Linux?

Read More »

Iklan

Kalau kita mengakses Internet melalui proxy maka segala aktivitas di terminal, semisal melakukan apt-get update atau apt-get install atau bahkan browsing menggunakan w3m, lynx, atau elinks, juga harus melewati proxy. Lalu bagaimanakah cara setting proxy untuk aplikasi-aplikasi yg berjalan di terminal ini? Caranya gampang, jalankan saja perintah berikut dari terminal.

export http_proxy=http://proxy.kampusku.com:3128

Kalau proxy yang digunakan mengharuskan autentikasi user dan password, perintahnya menjadi:

export http_proxy=http://user:password@proxy.kampusku.com:3128

Demikianlah posting singkat ini, tujuannya tidak lebih sekedar update blog yang sudah hampir sebulan tidak ada tulisan baru.

Biasanya untuk mengubah permisi direktori/berkas di GNU/Linux secara rekursif, saya menggunakan chmod tapi ternyata hasilnya bisa saja tidak seperti keinginan. Masalahnya ketika menggunakan opsi -R (rekursif) bersama chmod maka semua berkas di bawahnya akan mendapatkan efek samping. Kadang suka cari solusi menggunakan chmod, kalau baca di manual perintah ini sepertinya tidak memungkinkan utk menyelesaikan masalah. Solusinya? Gampang saja, kombinasikan dengan chmod perintah find.

find . -type d -exec chmod 755 {} \;

Perintah di atas akan mengubah permisi semua direktori di bawah . (direktori aktif).

find . -type f -exec chmod 644 {} \;

Perintah di atas akan mengubah permisi semua berkas di bawah . (direktori aktif).

Tulisan super singkat, mohon maaf kalau dianggap nyampah. Hanya sebagai pengingat tatkala lupa.

scp send_tls.pl fax-user@10.15.23.209:~

Keterangan:

  • scp: command line untuk menyalin berkas lewat ssh
  • send_tls.pl: nama berkas lokal yang hendak disalin
  • fax-user: nama pengguna di sisi server
  • 10.15.23.209: alamat ip server
  • ~: lokasi berkas akan di salin di sisi server

segmentation faultAda sedikit cerita lagi dari pengalaman saya ketika berhadapan dengan galat atau error pemrograman bernama “segmentation fault“. Galat ini menurut pendapat saya pribadi adalah galat paling angker dalam pengalaman saya belajar pemrograman, khususnya bahasa C. Galat ini jadi angker karena ada beberapa penyebab yang memungkinkan ia timbul dan cukup sulit untuk dideteksi karena secara sintaks dan grammar program yang kita tulis sudah benar. Kompilasi dan linking sudah lewat dan berjalan tanpa error tapi ketika program dijalankan ia akan berhenti dan menampilkan pesan angker “segmentation fault”. Jika menggunakan cara biasa dengan memandangi kode program baris demi baris, dapat dipastikan penyelesaian galat ini akan butuh waktu yang cukup lama apalagi jika program yang sedang kita kembangkan cukup besar dan terdiri dari puluhan berkas.

Read More »

preman@terminal:/tmp$ cat root.c

#include <stdio.h>
#include <stdlib.h>
#include <unistd.h>
#include <sys/types.h>

int
main() {

  if (getuid()) {
    fprintf(stderr, "You\'re not \"root\", get out of here!\n");
    exit(1);
  }
  else {
    printf("Welcome home!\n");
    return 0;
  }
}

Kompel:
preman@terminal:/tmp$ gcc root.c -o akar

Jalankan:

preman@terminal:/tmp$ ./akar
You're not "root", get out of here!
preman@terminal:/tmp$ sudo ./akar
[sudo] password for preman:
Welcome home!

Potongan kode ini untuk memeriksa apakah pengguna yang menjalankan program adalah root atau memiliki akses setingkat root.

Belakangan ini saya sering menjalankan program yang membutuhkan waktu yang lumayan lama, bisa berjam-jam bahkan terkadang bisa berhari-hari. Celakanya listrik di kontrakan saya sering padam tanpa alasan yang jelas sehingga sering kali program yang saya jalankan harus diulangi dari awal karena memang tidak ada opsi untuk menyimpan proyek yang sedang diproses. Dan karena kata orang “waktu adalah uang” maka terkadang saya ingin mengetahui berapa lama persisnya waktu yang dibutuhkan program yang saya jalankan untuk menyelesaikan suatu proses pengolahan data. Selain untuk iseng, mungkin nanti akan dibutuhkan dalam laporan. Caranya ternyata cukup mudah, kita tinggal menambahkan perintah time di awal program yang hendak dijalankan:

time java weka.core.converters.ArffLoader -i data.arff

Contoh keluarannya seperti ini:

real   4m30.086s
user   4m28.330s
sys   0m0.130s

Kelihatan kan? Untuk lebih jelas tentang time ini, silakan membaca manual.

Kalau rekan-rekan gemar mengunduh berkas dari situs berbagi berkas gratis seperti Rapid Share, 4Shared, Ziddu, IndoWebster, dll pasti sering menemukan berkas yang terpisah menjadi beberapa bagian. Berkas ini harus digabungkan kembali supaya dapat ditayangkan sebagaimana aslinya, di Debian, Ubuntu, BlankOn, Linux Mint, dan distro GNU+Linux lainnya dapat menggunakan perintah “cat”, caranya seperti ini:

cat ana1.avi ana2.avi > ana.avi

Hasilnya akan ada tiga berkas baru dengan ana.avi sebagai hasil gabungan dan berkas sebelumnya yang dipecah dapat dihapus dengan aman.

Kalau kemarin saya menulis tentang mod userdir dan dukungan PHP5 di lighttpd, hari ini saya akan menulis tentang module userdir dan PHP5 di Apache2. Pada prinsipnya, mengaktifkan module userdir di Apache2 dan lighttpd saja hanya berbedea di perintahnya saja. Di Apache2 perintah yang kita gunakan adalah:

sudo a2enmod userdir

Jangan lupa untuk memuat ulang konfigurasi Apache2:

sudo service apache2 force-reload

Read More »

lighttpd itu web server yang cukup ringan apalagi dibandingkan dengan Apache yang membutuhkan resource yang lumayan besar. Kalau hanya untuk sekedar belajar pemrograman PHP lebih baik mengganti Apache dengan lighttpd di stack LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP). Tidak perlu ragu dengan kemampuan web server yang satu ini, buktinya situs sebesar Youtube, Wikipedia, dan Meebo juga menggunakan lighttpd. Proses instalasinya juga cukup mudah terutama jika kita menggunakan distro Ubuntu, lighttpd ini sudah ada di repositori jadi tinggal apt-get install saja.

Read More »