Skip navigation

Entah mengapa pemerintah pusat tetap saja ngotot merealisasikan program mobil murah ramah lingkungan atau dalam bahasa kerennya disebut sebagai Low Cost Green Car yang kemudian disingkat LCGC. Alasannya masih tetap sama, rakyat kecil dengan penghasilan rendah butuh mobil yang harganya terjangkau, LCGC bisa menjadi embrio mobil nasional, LCGC akan menghemat pemakaian BBM bersubsidi, LCGC itu ramah lingkungan, dan sederet alasan lain yang tidak saya ingat. Padahal kalau dicermati lagi, alasan-alasan pemerintah pusat ini kurang masuk diakal. Saya akan mencoba menganalisisnya dalam tulisan ini.

LCGC Itu Murah

Murah, kata ini tentu saja sebuah keajaiban di negeri seperti Indonesia. Ibarat gula yang selalu dikerumuni semut, sesuatu dengan label murah pasti banjir peminat. Rakyat kecil yang dompetnya tipis pasti senang jika pemerintah mampu menyediakan barang-barang kebutuhan mereka dengan harga murah. Namun benarkah LCGC itu murah dan terjangkau? Dari kabar yang beredar di berbagai media massa, LCGC akan dibanderol di kisaran harga 80 juta hingga di atas 100 juta.

Harga di atas 100 juta tentunya tak dapat dikategorikan murah untuk ukuran rakyat kecil di Indonesia. Kira-kira rakyat manakah yang mampu membeli LCGC dengan harga seperti itu? Saya pribadi misalnya ketika masih kerja mendapatkan gaji per bulan 3 juta. Untuk mendapatkan uang 100 juta mungkin akan butuh waktu lebih dari 3 tahun. Itu karena kebetulan saya belum berkeluarga, sehingga pengeluaran per bulan sangat minimal.

Murah di sini juga masih perlu dipertanyakan karena kabarnya pemerintah harus memberikan insentif bagi para produsen LCGC untuk menekan harga jual di pasaran. Salah satu insentif itu adalah pembebasan LCGC dari pajak barang mewah. Artinya harga sesungguhnya dari mobil-mobil murah ini jauh di atas angka 100 juta.

LCGC Itu Ramah Lingkungan

Label ramah lingkungan untuk LCGC juga tidak jelas. LCGC bukanlah mobil listrik, bukan pula mobil yang menggunakan bahan bakar gas. LCGC tetap akan menggunakan BBM. Penggunaan BBM tentu saja akan menghasilkan emisi gas buang yang jelas-jelas tidak ramah bagi lingkungan. Emisi gas buang dari mobil-mobil ini akan menyumbang pencemaran udara yang semakin besar di Indonesia.

Pemerintah memberikan label ramah lingkungan pada LCGC hanya karena konsumsi BBM per kilo meternya lebih irit dibandingkan mobil biasa. Jadi LCGC itu mobil irit BBM, bukan mobil ramah lingkungan.

LCGC Embrio Mobil Nasional

Mobil nasional tentuya impian kita semua. Siapa yang tidak bangga seandainya mobil-mobil di jalanan Indonesia itu diproduksi sepenuhnya di dalam negeri dengan merk dagang lokal pula? Tapi impian punya mobil nasional tentu saja tidak dapat diwujudkan dengan mudah seperti membalik telapak tangan. Pemerintah harus bekerja keras untuk mewujudkannya.

Mobil nasional juga tak mungkin terwujud kalau kita hanya merakit komponen-komponen yang didatangkan dari luar negeri. LCGC kabarnya akan diproduksi dengan 80% komponen buatan dalam negeri. Apakah sudah masuk kategori sebagai mobil nasional? Nanti dulu, LCGC ini sepenuhnya masih menggunakan merk para pemodal dari luar negeri. Tapi mungkin pemerintah pusat punya definisi sendiri tentang mobil nasional. Siapa tahu.

LCGC Menghemat BBM Bersubsidi

Dalam hal ini pemerintah justru ada kontradiksi dari pernyataan-pernyataan pemerintah tentang LCGC. Logikanya jika LCGC ditujukan untuk rakyat kecil, maka BBM yang digunakan seharusnya adalah BBM untuk rakyat kecil pula. BBM bersubsidi. Seiring dengan banyaknya orang yang membeli LCGC tentunya konsumsi BBM bersubsidi akan meningkat pula. Atau mungkinkah pemerintah punya jurus tersembunyi?

Walaupun semuanya sudah tampak jelas di depan mata, sepertinya pemerintah akan tetap melaju dengan kebijakan LCGC ini. Mungkin mereka berpegang teguh pada pepatah “anjing menggonggong, kafilah berlalu.” Untuk urusan seperti ini pemerintah pusat memang terkenal bebal. Mungkinkah ada udang di balik batu?

Iklan

13 Comments

  1. Ane juga bingung gan, mobil dimurahin sementara sembako yang naek ga turun-turun.

    Tapi kalo menurut ane, LCGC ini program jangka pendek pemerintah, tinggal kasih izin, tuh mobil udah siap masuk pasaran Indonesia, beres. Kalo nyediain sarana transportasi massal kan jangka menengah dan panjang, ntar generasi mereka yang mulai, yang terkenal generasi pemerintah siapa gitu pas itu sarana transportasi massal nya kelar, nama mereka ga naek dong XD

    • Miftahgeek: Kalau saya malah curiga ini ada hubungannya dengan 2014

    • Nah yang ane maksud program jangka pendek tuh adalah pemilu berikutnya kang. Kalo mereka ngelakuin program jangka panjang (transportasi massal), yang ada pas pemilu berikutnya programnya belom kelar, kan minus tuh. Kalo pas pemilu programnya kelar (kan tinggal ngasih izin LCGC doang) kan pas pemilu bisa ada yang diobral XD

      • Miftahgeek: Sepertinya sih gitu, saya sebenarnya mau nulis juga soal itu. Ternyata ada konspirasi di baliknya.

  2. Setuju bgt bagian ini

    Pemerintah memberikan label ramah lingkungan pada LCGC hanya karena konsumsi BBM per kilo meternya lebih irit dibandingkan mobil biasa. Jadi LCGC itu mobil irit BBM, bukan mobil ramah lingkungan.

    • Satruk: Pemerintah kita lagi ngelindur kayaknya, mobil irit dibilang ramah lingkungan. Selama masih ada emisi gas buang tak dapat dikatakan ramah lingkungan.

  3. “LCGC tetap akan menggunakan BBM.”
    Pemerintah harusnya bisa MEMAKSA (dengan aturan dan pengawasan) penjualan mobil di Indonesia yg menggunakan BBM digetok pajak tinggi, sedangkan yg bahan bakar gas dan listrik dibebaskan pajak. Tapi, mana berani penguasa melawan pengusaha? Bahkan yang lebih parah, oknum2 di pemerintah itulah (orang di balik) para pengusahanya.

    • Tiyo: Pemikiran kita sama. Harusnya mobil murah ramah lingkungan itu digerakkan listrik dan bbg yg dibeking UU utk mengurangi mobil dng BBM.

  4. Sebaiknya pemeritah bikin angkutan umum yg murah tarifnya, jadi masyarakat tdk gunakan mobil pribadi.
    MObil murah akanmembuat jalanan tambah macettt dan polusi udara meningkat 😦 .

    • Nella: Setuju banget. Mending benerin transportasi massal dari pada jualan mobil murah.

  5. sudah jadi rahasia umum pak bosss, just bullshit!

    • Yogieza: Pemerintahnya memang aneh bin ajaib

  6. betul….dari ane bayi sampe udah gedhe rakyat dikadalin mulu ama pemerintah embel-embel mobil low cost green car padahal itu cuman akal-akalan pemerintah+swasta doang buat ngeruk keuntungan………


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: