Ada Apa Dengan Cinta?
Satu lagi bukti kehebatan Perangkat Lunak Bebas / Open Source, kali ini aksi dari browser Firefox yang mencuri perhatian dunia dengan pemecahan rekor dunia untuk kategori “The most software downloads in 24 hours”. Kegiatan ini sendiri dilangsungkan untuk mensosialisasikan rilis Firefox versi 3 dalam sebuah event bertajuk “Firefox Download Day”.
Masalah yang cukup klasik di dunia Linux, kurangnya dukungan vendor dan produsen perangkat keras yang mengakibatkan banyaknya (mungkin sekarang sudah beda ya) perangkat keras yang tidak terpakai. Tapi masalah yang saya alami ini agak sedikit berbeda, sound card yang tertancap di motherboard di kenali dengan baik oleh Debian 4.0 Etch yang saya gunakan.
I’m a Ubuntero
Yes, akhirnya berhasil juga menandatangani Ubuntu Code Of Conduct, yang merupakan syarat mutlak untuk menjadi seoarang Ubuntero. Setelah mencoba berbagai cara, ternyata cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan email client Thunderbird yang telah dipasangi plug in enigmail, thanks buat Pak Sabri atas tutorialnya.
Hehe… begini nih, kalau terbiasa dimanjakan sama antarmuka berbasis grafis yang ciamik di Linux, giliran ketemu layar hitam di server, bingung deh. Ceritanya sih, (kebetulan) saya, mewakili Komoenitas Linux Troenodjojo (KOELIT), dipercaya untuk merawat server cermin (sementara ini hanya lokal, karena keterbatasan band with) di kampus.
Hmm… setelah gerakan open source, open content, open hardware, dan berbagai gerakan buka-bukaan lainnya (asal jangan porno aksi atau porno grafi), kini giliran open movie yang mulai merambah dunia. Sesuai dengan namanya, gerakan ini adalah sebuah gerakan yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan movie/film yang bersifat terbuka (terbuka dalam pengertian orang lain bebas membuat pekerjaan turunan dari movie tersebut). Ciri utama gerakan open movie adalah penggunaan perangkat lunak open source dalam pembuatan film-nya.
Weks! Ini bukan matematika loh… walaupun di atas sana ada operator aritmatika yang biasa dijumpai dalam dunia matematika, sama sekali tidak ada hubungannya. Ini semua tentang sebuah program bernama synergy, program yang memungkinkan dua unit PC dikendalikan menggunakan satu unit tetikus (mouse) dan satu unit papan ketik (keyboard). Sangat berguna jika terdapat dua buah PC yang harus dikonfigurasi (atau diapakanlah) pada saat yang bersamaan. Tanpa synergy kita akan sibuk gonta-ganti papan ketik dan tetikus, atau pindah tempat duduk, betapa melelahkannya. Bisa juga untuk gaya-gayaan, mirip hacker di film-film Hollywod.
Bangkit Itu …
Bangkit itu SUSAH!
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang
Bangkit itu TAKUT.
Takut korupsi
Takut makan yang bukan haknya
Bangkit itu MENCURI!
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi.
Bangkit itu MARAH!
Marah!!! Bila martabat bangsa dilecehkan!
Bangkit itu MALU.
Malu jadi benalu
Malu karena minta melulu
Bangkit itu. TIDAK ADA!
Tidak ada kata menyerah!
Tidak ada kata putus asa!
Bangkit itu. AKU!
Untuk Indonesiaku.
Dari Sang Naga Bonar.
Vote For Indonesia!
Saudara-saudara sebangsa setanah air… (ah macam Bung Tomo aja). Langsung saja, ingin melihat Indonesia masuk dalam daftar Keajaiban Dunia lagi? Kalau ya, silakan mengikuti voting New Seven Wonders yang diselenggarakan untuk memilih 7 Keajaiban Dunia yang baru. Berbeda dengan keajaiban-keajaiban dunia sebelumnya yang dipilih dari bagunan-bangunan buatan tangan manusia, voting kali ini mengambil tema tentang keindahan alam yang terdapat di berbagai penjuru dunia.
Ada berita bagus nih buat para pendukung dan pengguna Ubuntu di Indonesia, Yayasan Ubuntu Indonesia terpilih sebagai salah satu “Pendekar Open Source” untuk kategori institusi. Ini link beritanya, sumbernya adalah detikinet. Selamat buat Yayasan Ubuntu Indonesia dan semua anggota Komunitas Ubuntu Indonesia atas keberhasilan ini, semoga tahun yang akan datang semakin baik. Bravo Ubuntu!



