Skip navigation

Akhirnya BlackBerry (dulunya bernama Research In Motion alias RIM) merelakan BlackBerry Messenger (BBM) dilepas ke platform Android dan iOS. BBM dulunya menjadi salah satu fitur andalan yang melambungkan popularitas ponsel-ponsel pintar produksi BlackBerry. Aplikasi chatting yang satu ini memang punya fitur yang cukup lengkap, mulai dari mengirim pesan teks, mengirim pesan suara (voice notes), berbagi gambar dan video, ngerumpi (group chat), pembuatan kelompok (group), hingga yang terakhir dikembangkan panggilan suara (voice call). Selain itu, aplikasi BBM juga sangat mudah digunakan. Pengguna tidak perlu membuat akun atau login karena ID yang digunakan melekat pada perangkat keras ponsel. Kita cukup membagikan PIN atau mengundang PIN rekan lain untuk bisa saling menyapa.

Sejujurnya saya pun dulu memutuskan membeli ponsel BlackBerry salah satunya karena fitur ini ditambah kenyataan rekan-rekan di kantor juga menggunakan ponsel yang sama. Banyak koordinasi pekerjaan yang dilakukan lewat chat atau group di BBM. Tapi itu dulu sebelum pangsa pasar ponsel pintar dibabat habis vendor-vendor Android. Bersamaan dengan itu banyak pula bermunculan aplikasi chatting dengan fitur yang sama atau bahkan melebihi BBM. WhatsApp, Line, Kakao Talk, dan WeChat adalah sederet nama aplikasi chatting yang cukup populer di platform Android.

Dalam waktu yang cukup singkat aplikasi-aplikasi tersebut mampu menarik jumlah pengguna dalam jumlah yang banyak. WhatsApp misalnya dikabarkan saat ini mempunyai pengguna aktif di kisaran angka 300 juta, lima kali lebih banyak dari pengguna BBM yang diperkirakan 60 juta. Salah satu kelebihan aplikasi-aplikasi ini dibanding BBM adalah kemampuannya dijalankan di berbagai ponsel (multi platform), berbanding terbalik dengan BBM yang eksklusif untuk pengguna ponsel BlackBerry. Mungkin tersadar dengan kenyataan bahwa popularitas dan pangsa pasar BlackBerry yang semakin mengecil, akhirnya disediakan untuk Android dan iOS.

Pertanyaannya sekarang, siapa yang masih membutuhkan aplikasi BBM?

8 Comments

  1. yang membutuhkan yang sudah terjangkit BBM
    termasuk ane sudah terjangkit BBM ini

  2. Blackberry udah sekarat, dan dikabarkan terakhir sahamnya laku $8 per lembar. Fitur utama ini kalo muncul di platform selain BB bisa bikin BB nggk laku, tapi BBM nya boleh juga diujicoba di pasar, manfaatkan ‘euforia’ pengguna platform lain untuk meraih untung.

    • Budiarno: Saya benci BBM karena pengguna di Indonesia kebanyakan gaptek alias tidak melek teknologi.

      • Hahaha… iya, karena platform tertutup jadi sulit dioprek ya bro.
        Lebih enak pake Android. 😀

  3. Bb memang apps nya itu2 aja, tapi kok terasa nyaman digenggaman, pernah pake andro, lumia, asha, bb. Akhirnya balik lagi ke BB.

    • Laskat: Really? Saya benci BB karena sangat lambat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: