Skip navigation

Tag Archives: Unix

Dennis McAllstair Ritchie aka DMR, dalam pendapat saya pribadi, adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan dunia komputasi. Dia menulis bahasa C dan menyusun sistem operasi UNIX yang menjadi pondasi bagi kebanyakan sistem operasi modern seperti Linux, BSD, hingga MacOS. Oktober dunia komputasi harus berduka untuk kepulangan Dennis Ritchie yang tutup usia 70 tahun. Walaupun bukan pesohor seperti Steve Jobs, DMR sangat terkemuka di dunia IT khususnya bagi para pemrogram. Rest in peace Dennis Ritchie.

Read More »

Hari ini (25 Agustus 2011, waktu Eropa sana), 20 tahun yang lalu. Seseorang dari Finlandia telah mengirimkan sebuah surel yang di kemudian hari akan mengubah dunia.

“From: torvalds@klaava.Helsinki.FI (Linus Benedict Torvalds)
Newsgroups: comp.os.minix
Subject: What would you like to see most in minix?
Summary: small poll for my new operating system
Message-ID: <1991Aug25.205708.9541@klaava.Helsinki.FI>
Date: 25 Aug 91 20:57:08 GMT
Organization: University of Helsinki

Hello everybody out there using minix – I’m doing a (free) operating system (just a hobby, won’t be big and professional like gnu) for 386(486) AT clones. This has been brewing since april, and is starting to get ready. I’d like any feedback onthings people like/dislike in minix, as my OS resembles it somewhat (same physical layout of the file-system (due to practical reasons) among other things).

I’ve currently ported bash(1.08) and gcc(1.40), and things seem to work.

This implies that I’ll get something practical within a few months, and I’d like to know what features most people would want. Any suggestions are welcome, but I won’t promise I’ll implement them 🙂
Linus (torvalds@kruuna.helsinki.fi)

PS. Yes – it’s free of any minix code, and it has a multi-threaded fs.

It is NOT protable (uses 386 task switching etc), and it probably never will support anything other than AT-harddisks, as that’s all I have 😦

So, our Penguin is 20 years old now. HAPPY BIRTHDAY LINUX!

Setelah mendengar kabar kalau Project OpenIndiana telah merilis OpenIndiana, sebuah distro yang akan melanjutkan cerita OpenSolaris, saya langsung mengunjungi TKP untuk mengunduh image terbaru untuk saya coba-coba di mesin virtual karena belum punya mesin fisik untuk mencobanya. Kabarnya rilis ini dilakukan karena tidak adanya kejelasan mengenai nasib OpenSolaris setelah SUN dibeli oleh Oracle. Oracle sendiri lebih memilih untuk menerbitkan Solaris 11 Express dari pada melanjutkan proyek open source OpenSolaris. Adanya rilis ini tentu saja merupakan kabar baik untuk para pengguna OpenSolaris, apalagi beberapa waktu sebelumnya sebuah proyek bernama IllumOS yang memiliki tujuan untuk menyediakan komponen-komponen open source dari sebuah sistem operasi berbasis Solaris.

Read More »