Skip navigation

Tak terasa sudah cukup lama juga saya tidak menulis lagi di blog ini. Ya, selama lebih dari tiga bulan ini saya memang menjauh dari dunia maya dan keramaiannya. Ternyata ada enaknya juga ketika hidup kita terbebas dari Internet dan barang-barang elektronik semacam ponsel pintar, dkk. Setidaknya saya tidak harus membaca berita-berita di koran online yang terkadang justru menumbuhkan rasa pesimis akan keadaan bangsa kita ini. Bagaimana tidak, kebanyakan media massa memang lebih senang memberitakan yang buruk-buruk tentang orang-orang di negeri ini.

Selain itu, menyingkir dari Internet juga membuat saya bisa sedikit mengobati kecanduan pada media sosial yang semakin lama terasa semakin akut. Dulu, jika dalam sehari tidak membuka media sosial sekali, rasanya seperti orang sakaw (lebay). Bahkan, waktu saya lebih sering habis memantau berita dan status terbaru di media sosial. Padahal banyak ahli menyatakan kecanduan pada media sosial akan mengurangi cara kita berpikir secara kritis. Konon katanya, keterbatasan karakter di media sosial akan membuat kita semakin ogah membaca buku dan artikel yang panjang dan membutuhkan daya nalar yang lebih tinggi. Kan bahaya kalau otak kita semakin tumpul.

Ada juga yang bilang bahwa kecanduan terhadap media sosial akan mengurangi kemampuan kita untuk menyaring informasi penting di antara status-status sampah di sana. Masuk akal sih, karena update status maupun berita di media sosial itu punya kecepatan yang melebihi kecepatan jet. Sayangnya tidak semua informasi yang berasal dari sana benar adanya dan tidak semuanya pula bermanfaat. Malahan lebih banyak status alay yang bertebaran.

Pada intinya, kecanduan media sosial ini lebih banyak efek buruknya dari pada efek baiknya. Kalau benar begitu, kenapa tidak sekalian “diharamkan” juga ya sama institusi yang berwenang?😀 Setelah berhasil mengatasi kecanduan pada media sosial, mulai saat ini saya mau latihan menulis lagi di blog. Coba lihat tulisan ini, sepertinya bukan tulisan yang baik. Bagaiman menurut Anda?

2 Comments

  1. Same here rot.
    Masih mencoba untuk keluar dari jeratan media sosial.
    Tp sayangnya, kadang2 temen/rekan ngontaknya via facebook.
    Atau lebih cepat dikontak via facebook daripada email.

    Btw, skr dimana nih? masih di madura atau di medan?

    • Budiwijaya: Betul juga sih, FB bukan hanya menjadi sosial media lagi tapi sudah menjadi sarana komunikasi juga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: