Skip navigation

Salah satu prinsip yang cukup mendasar dalam fotografi adalah membuang objek yang tidak diperlukan dari frame. Tujuannya menciptakan komposisi yang bagus, hanya berfokus pada objek yang menjadi daya tarik foto tersebut. Dengan kata lain, lebih baik menyertakan objek seminimal mungkin ke dalam frame dari pada memasukkan objek yang justru membuat foto kehilangan maknanya. Mungkin itu juga sebabnya salah satu ahli fotografi pernah berkata “Jika kamu merasa fotomu belum cukup bagus, artinya kamu belum cukup dekat dengan objek itu.” Namun terkadang kita tidak selalu berada dalam kondisi ideal untuk menjepret dengan komposisi yang bagus.

Memotret dalam keramaian menurut saya merupakan salah satu kondisi yang cukup sulit untuk mendapatkan komposisi yang bagus (maafkanlah atas kalimat saya yang tampaknya sudah jago memotret ini, sesungguhnya saya baru saja belajar fotografi). Apalagi misalnya dalam pawai yang dipadati  ribuan atau puluhan ribu penonton. Manusia yang lewat atau ingin berfoto dengan peserta pawai bisa saja tiba-tiba menjadi apa yang saya sebut “unwanted object in my frame” seperti dalam foto-foto berikut ini.

foto pawai budaya surabaya 005

foto pawai budaya surabaya 006

foto pawai budaya surabaya 001

foto pawai budaya surabaya 003

foto pawai budaya surabaya 002

Namanya juga pawai yang dihadirkan untuk menghibur rakyat ya, sudah pasti sangat ramai. Saya juga tidak mungkin berteriak “Hei, menyingkirlah dari depan model saya!” ke masyarakat yang hendak berfoto-foto dengan model berkostum warna-warni nan menarik hati itu. Bisa-bisa saya yang diusir balik dari jalanan itu :D. Untungnya saya cukup sabar menunggu para penonton pawai selesai berpose lalu menjepret kembali para model cantik itu. Coba bandingkan dengan foto-foto saya di artikel Gallery Foto Pawai Budaya Surabaya 2013. Di sana, para model dan kostumnya yang menarik benar-benar menjadi objek utama dalam frame saya. Atau coba perhatikan foto yang satu ini.

foto pawai budaya surabaya 004

What do you think my friend? Please leave your thought on comment form, okay…

Iklan

6 Comments

  1. Wah foto-fotonya keren. Unwanted objeknya malah bikin lucu hahaha.

    • Max Manroe: Kemarin pas masih di lokasi terus lihat di LCD kamera pengen hapus tapi kok dilihat-lihat lucu, akhirnya ditunggu aja sampai lihat di laptop baru diputuskan mau dihapus atau diapain. Eh malah kepikiran ditulis di blog aja 😀

  2. Kayak sengaja bikin photobomb nih. Obyeknya gak di tengah soalnya. Hahaha….

    Btw, yang foto kedua dari bawah malah menarik. Saya akan bilang “dua generasi” dan mengaitkannya dengan akulturasi budaya dan agama dan lain-lain…. (Pikiran liar muncul) xD

    • Jan Peter: Bukan photobomb kok :D. Seandainya pas di tengah memang ga terlalu menganggu tapi karena saya memang ga niat menjepret orang selain modelnya, jadinya ga terlalu memperhatikan kehadiran mereka. Ide yg menarik juga itu…

  3. Kamu seneng motret ya? Aku juga dong. Hehehe, kita berarti sama.

    Hmmm, kalau motret kirab budaya semacam ini nih ya, aku ikut sarannya Pakdhe aku aja. Katanya beliau, kalau mau motret dapat momen yang bagus itu pas sebelum kirab dimulai. Yaitu saat peserta kirabnya sedang berdandan.

    Minta ijin dulu ke panitia atau ke peserta buat motret mereka. Biasanya dibolehin kok. Ngobrol-ngobrol dikit gitu. Ntar bisa dapet bonus akun Facebook atau Twitter mereka. Hihihi. Lebih seru kan daripada motret sembunyi-sembunyi pas mereka lagi pawai di jalanan. Intinya memang sih perlu keberanian.

    Hmmm, kalau untuk menyingkirkan unwanted object bisa dengan memotret obyek di panjang fokalnya (focal length) lensa yang besar. Kira-kira di kisaran 50-70 mm gitu dari jarak 2 meter-an dari obyek.

    • Ya, hobi baru nih. Masih dalam tahap belajar. Sebenarnya dulu itu pengen motret di Tugu Pahlawan tapi berhubung udah janjian sama teman untuk berangkat bareng, ya udah akhirnya langsung ke acara pawai aja.

      Btw, makasih banget sarannya. Sangat bermanfaat sekali utk para pemula seperti saya ini 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: