Skip navigation

Mari melanjutkan cerita dari Makassar

Benten Ujung Pandang

Pintu masuk Fort Rotterdam

Dari Fort Rotterdam saya melanjutkan perjalanan ke Monumen Mandala. Sebenarnya saya sempat berpikir untuk menyeberang ke Pulau Kayangan tapi tidak jadi. Kali ini saya naik becak dayung karena menurut beberapa orang yang saya tanyai di depan benteng, perjalanan akan lebih dekat jika saya naik becak. Ternyata jarak dari Fort Rotterdam ke Monumen Mandala memang tidak terlalu jauh, hanya butuh waktu tempuh sekitar 10 menit untuk sampai.

Monumen Mandala

Monumen Mandala

Sesuai dengan namanya, monumen ini didirikan untuk mengenang jara para pahlawan yang gugur di medan pertempuran untuk merebut kembali Irian Barat dari genggaman Belanda. Kala itu digelar sebuah operasi dengan tajuk Operasi Mandala dengan tujuan utama mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Tanah Papua. Menurut bapak yang kala itu berjaga di monumen ini, saya datang di waktu yang kurang tepat karena monumen sedang ditutup pada hari itu, saya tidak boleh masuk ke dalam dan naik ke puncak menara dan hanya boleh melihat-lihat di luar saja.

Batu nisan

Para pejuang yang gugur

Perjuangan memang selalu membutuhkan pengorbanan namun mereka akan dikenang untuk jasa mereka, untuk perjuangan mereka membela dan mempertahankan Ibu Pertiwi. Saya berdiri cukup lama di depan nama-nama mereka yang gugur untuk mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi. Semoga arwah mereka mendapatkan tempat yang tebaik di sisi Yang Maha Esa.

Benteng Somba Opu

Benteng Somba Opu

Ketika hendak meninggalkan Monumen Mandala saya meminta pendapat dari bapak penjaga monumen. Saya ingin mengetahui objek apa yang paling dekat yang dapat saya kunjungi dari sana.  Saya menanyakan rute ke Benteng Somba Opu, Pasar Butung, Makam Pangeran Diponegoro, dan Kompleks Makam Raja-raja Tallo. Akhirnya saya putuskan ke Benteng Somba Opu saja. Benteng ini jauh dari apa yang saya pikirkan, awalnya saya kira akan menyaksikan bangunan berbentuk benteng seperti Fort Rotterdam. Ternyata Benteng Somba Opu jauh lebih luas, kalau tidak salah ingat total luas benteng ini hampir 1000 Ha.

Rumah Somba Opu

Salah satu bangunan di dalam benteng

Konon selain menjadi benteng, Somba Opu juga digunakan sebagai pusat pemerintahan. Itu sebabnya hingga kini kita masih dapat menemukan berbagai bangunan peninggalan kerajawaan Gowa di benteng ini. Benteng Somba Opu kini juga menjadi semacam taman mini untuk Sulawesi Selatan. Saya menyaksikan beberapa rumah adat dari beberapa kabupaten yang terdapat di Sulawesi Selatan di dalam benteng ini.

Rumah adat Bulukumba

Rumah adat Bulukumba

Rumah adat Toraja

Rumah adat Toraja

Bersambung..

Iklan

2 Comments

  1. Kapan ya diriku bisa backpacker ke makasar..??

    • Kapan aja bisa cak, tinggal pesan tiket pesawat aja 😀


3 Trackbacks/Pingbacks

  1. […] Wah tak terasa cerita saya sudah cukup panjang kali lebar juga, malam juga semakin larut, mata juga semakin tak tahan dengan kantuk. Sebaiknya cerita ini saya lanjutkan besok saja. Bersambung… […]

  2. […] Perjalanan saya di Benteng Somba Opu harus diakhiri lebih cepat karena hujan yang tiba-tiba turun dengan sangat deras. Untungnya becak yang saya tumpangi dilengkapi dengan pelindung hujan, walaupun saya harus kasihan melihat bapaknya mengayuh becak di tengah hujan deras. Itu sebabnya pas bayar ongkos saya tidak tawar-menawar lagi dengan bapak itu. Rumah adat Toraja […]

  3. […] Perjalanan saya di Benteng Somba Opu harus diakhiri lebih cepat karena hujan yang tiba-tiba turun dengan sangat deras. Untungnya becak yang saya tumpangi dilengkapi dengan pelindung hujan, walaupun saya harus kasihan melihat bapaknya mengayuh becak di tengah hujan deras. Itu sebabnya pas bayar ongkos saya tidak tawar-menawar lagi dengan bapak itu. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: