Skip navigation

Manusia adalah makhluk sosial, begitu kata orang-orang pintar. Sebagai makhluk sosial, manusia pada umumnya hidup berkelompok. Sangat jarang sekali ada manusia yang mampu bertahan hidup seorang diri dan mempertahankan sifat kemanusiannya. Dengan hidup berkelompok, manusia saling melengkapi satu dengan lainnya, manusai belajar untuk hidup bekerja sama dan belajar bersama. Demikian pula kehidupan mahasiswa di kampus, tak terkecuali juga kampusku. Secara formal mungkin ada UKM dan UKMF yang memang sengaja dibentuk untuk menumbuhkan semangat berorganisasi mahasiswa. Kalau mau lebih independen, bisa membentuk komunitas dengan mengumpulkan orang-orang yang memiliki minat yang sama. Semangat berkomunitas ini yang belakangan saya perhatikan semakin tumbuh di kalangan mahasiswa di kampusku, khususnya di Fakultas Teknik.


Hari ini (08/10/2010), ketika menghadiri acara “Community Sharing” di IT Expo UKMF ITC, ternyata komunitas yang hadir cukup banyak dan beragam. Dari gerakan sosial yang menyoroti kemerosotan moral generasi muda, kuli blog, tukang koding, tukang ngoprek, kuli kamera, hingga tukang web. Secara pribadi, saya sangat gembira dengan munculnya komunitas-komunitas ini. Walaupun UKMF di kampus sudah lebih dari cukup namun komunitas biasanya punya greget yang lebih sebab mereka muncul dari semangat kebersamaan, kemauan yang sama, minat yang sama. Mereka ini juga biasanya punya semangat militan yang luar biasa, bekerja tanpa pamrih demi kemajuan komunitas dengan mengesampingkan kepentingan pribadi. Saya juga berharap komunitas-komunitas ini tetap bertahan dan bersemangat.

Di awal kuliah, saya belum melihat semangat komunitas seperti yang ada sekarang ini. Bahkan setahu saya, hampir tidak ada komunitas yang eksis di kampus. Sampai akhirnya, saya dan beberapa orang teman membentuk kelompok belajar bernama BITLIC (Bitlic is Trunojoyo Linux Community) yang menjadi cikal bakal berdirinya KOELIT. Dulu di awal pendirian KOELIT, saya masih ingat bagaimana teman-teman begitu bersemangat untuk belajar dan bekerja bersama menghidupkan gaung Free/Open Source Software di Kampus Unijoyo dan Madura. KOELIT bahkan mampu mengadakan berbagai kegiatan yang cukup besar tanpa ada dana di tangan. Dengan semangat militan kita mampu menaklukkan birokrasi kampus yang berbelit-belit untuk memperoleh beberapa fasilitas untuk mengadakan kegiatan seminar maupun workshop. Untungnya semangat ini tidak bertepuk sebelah tangan, kompoen-komponen lain di kampus melihat semangat ini dan memberikan respon yang cukup baik. Misalnya aja PUSKOM, di era kepemimpinan Pak Andri dulu memberikan dukungan ketika KOELIT mengadakan seminar. Lalu ada teman-teman dari HIMATIF yang memberikan hibah dana untuk salah satu kegiatan KOELIT. Dan yang paling menggembirakan tentu saja dukungan Lab Sistem Informasi yang bersedia jika Lab SI dijadikan tempat nongkrong dan belajar anak-anak KOELIT.

Lab SI inilah di kemudian hari menjadi ladang subur lahirnya berbagai komunitas baru di kampusku. Kebetulan sekali, para pengelola Lab SI mulai dari Ka Lab, Laboran, hingga admin sangat mendukung semangat berkomunitas dan selalu memberikan fasilitas lab untuk digunakan oleh berbagai komunitas baru yang muncul. Ya, semoga saja berdirinya berbagai komunitas ini dan semangat berkomunitas mereka bukanlah tren sesaat. Dan semoga juga Lab SI dan lab-lab lainnya bisa menjadi wadah untuk berbagai komunitas yang muncul dari semangat kebersamaan para mahasiswa di kampus ini.

Iklan

2 Comments

  1. siip mas lanjutkan,, adanya Komunitas emang sangat diperlukan di kampus kita, terutama pada LABSI yang sangat mendukung sekali dengan kegiatan komunitas siiip deh pokoknya

    • Mari.. mari.. dilanjutkan semangat ini, jgn lupa utk selalu menambahkan bahan bakar utk membakar semangat ini…


2 Trackbacks/Pingbacks

  1. […] Semangat Komunitas di Kampusku (via Preman Terminal) Posted on Oktober 8, 2010 by farida390 Manusia adalah makhluk sosial, begitu kata orang-orang pintar. Sebagai makhluk sosial, manusia pada umumnya hidup berkelompok. Sangat jarang sekali ada manusia yang mampu bertahan hidup seorang diri dan mempertahankan sifat kemanusiannya. Dengan hidup berkelompok, manusia saling melengkapi satu dengan lainnya, manusai belajar untuk hidup bekerja sama dan belajar bersama. Demikian pula kehidupan mahasiswa di kampus, tak terkecuali juga kampusku. S … Read More […]

  2. […] This post was mentioned on Twitter by the_arul, Preman Terminal. Preman Terminal said: Semangat Komunitas di Kampusku: http://wp.me/p8eBL-qr […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: