Skip navigation

Hari ini (25/09/2010), setelah empat tahun tinggal di Madura, akhirnya saya berkesempatan menyaksikan salah satu tradisi yang cukup terkenal dari daerah Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep), apalagi kalau bukan balapan Sapi atau lebih terkenal dengan nama Karapan Sapi. Uniknya Karapan Sapi ini dilaksanakan di Alun-alun Kota Bangkalan dan gratis pula, unik karena menurut teman saya biasanya Karapan Sapi diadakan di stadion dan berbayar untuk tiket masuk. Unik karena saya jarang mendengar event ini diadakan di daerah Bangkalan sekitarnya. Jadi tambah unik karena ini pertama kali saya melihat Karapan Sapi secara langsung selama berada di Madura.

Acara yang menurut gosip yang saya dengar ini diadakan untuk meningkatkan pariwisata di Bangkalan pasca Jembatan Suramadu ini diadakan mulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh Bupati Bangkalan R.K.H Fuad dan Wagub Jatim Gus Ipul. Bahkan menurut MC acara, event ini akan diadakan secara reguler setiap bulan. Sebelum pertandingan “bull race” dimulai, ada penampilan tari-tarian Madura (yang namanya saya tidak tahu) yang dibawakan oleh pemuda-pemudi Bangkalan.

Pemudi menari

Para pemudi menari mengawali acara

Di sekitar lapangan alun-alun tampak para pemilik sapi dan jokinya yang menggunakan pakaian khas Madura mulai mempersiapkan sepasang sapi yang akan ikut dalam perlombaan.

Sapi Madura

Sapi, pemilik, dan jokinya

Konon perawatan sapi-sapi ini butuh biaya yang tidak tanggung-tanggung, setiap hari seekor sapi menghabiskan 40 butir telur ayam kampung, bir hitam, madu, dan jamu-jamuan. Hebatnya lagi sapi ini selalu mendapatkan terapi pijat setiap malamnya. Itu sebabnya pemilik sapi karapan pada umumnya adalah orang-orang berada dan berduit.

Lomba Karapan Sapi ini diadakan dengan sistem “knock out”, dua pasang sapi dengan jokinya diadu dalam satu putaran dan pemenangnya akan maju ke babak berikutnya. Uniknya sapi yang kalah juga masih tetap mengikuti pertandingan untuk mendapatkan pemenang di antara mereka. Menurut MC acara, tidak ada yang kalah dalam pertandingan melainkan “The Winner of the Winners” dan “The Winner of the Loosers”.

Karapan Sapi

Sapi dan jokinya berpacu menuju garis finish

Lomba berlangsung seru, walaupun di awal lomba penonton harus sabar menunggu karena urusan mengarahkan sapi untuk berbaris di depan garis start bukanlah urusan gampang. Hanya pemilik sapi saja yang mengerti bagaimana membujuk sapinya untuk dapat dengan tertib mengantri di garis start.

Dan hadiah utama untuk pemenang karapan sapi adalah gengsi, pemilik sapi karapan akan merasa status sosialnya terangkat apabila sapi miliknya bisa menjadi juara Karapan Sapi. Namun piala kelihatannya tetap penting karena apalah artinya juara tanpa piala, gitu kan?

Bangkalan Bull Race Event Cup

Piala yang akan diterima sang juara

Di akhir acara, para penonton kembali disuguhi atraksi tari dan seni bela diri Madura dengan pakain khas masyarakat Madura. Tak ketinggalan beberapa bule yang hadir di acara ini mencoba menaiki sapi dan menjadi joki.

Pesilat dgn latar penari

Haiyyya.....

Dan saya tidak dapat membayangkan betapa serunya jika misalnya bule-bule ini jadi joki beneran dan ikutan lomba karapan.

Bule dan sapi

Ini cewe bule berani juga ya...

Sapi bule

Mau jadi cowboy Madura, mister?

Nah, kalau lagi jalan-jalan di Madura khususnya Bangkalan, jangan lupa untuk menyaksikan Karapan Sapi ya. Inga! inga! ting…

Oh ya, foto-foto di artikel ini adalah jepretan dari Pak Direktur Karjo.

15 Comments

  1. Wah bang. aq melewatkan momen yang satu ini. mantap


  2. Resolusi tak berubah via koprol..

  3. pantesan, saya ngiri ma foto-fotonya …. mengapa saya gk bisa ngambil seperti itu …. ternyata kamera karjo memang beda level dg kamera saku :’-(

    • Ya Ron, dia udah DSLR sekarang mah…
      Banyak dapat angpau pas lebaran kayaknya😀

  4. waduh bang sory banget… waktu bang rot sms ke saya, saya tidak bisa lihat kerapan sapinya. masalahnya saya masih ad di Pasuruan.
    wah pasti seru banget ya bang??? eman tidak lihat… (@_@)

    • Nyantai, event ini akan diadakan setiap bulan…

  5. Sayang ya! Plat-M tidak bisa datang waktu itu,,
    semoga bisa melihat di lain waktu..

    • Aku punya usul, gmn kalau Plat-M bikin wartwan2an utk meliput acara2 semacam ini??

  6. harus dijaga tradisi madura (KERAPAN SAPI)

  7. Mas saya mau tahu kl saya mau beli image ini untuk buku bs saya dikasih hi resnya…? namun kami mempunyai budget yang terbatas. Mohon jawaban segera. terima kasih.

    • Sudah saya balas di email kok mas, saya juga sudah menghubungi yang bersangkutan (si empunya foto)

  8. Iya bang, q juga baru sekali nonton karapan sapinya, hehehhe..keren kog http://joshap.com/2011/12/31/karapan-sapi-untuk-madura-untuk-indonesia/

  9. mas boleh izin pinjam foto karapan sapinya foto urutan tiga?,soalnya keren fotonya untuk di desain mau posting di FB, nanti saya sertakan linknya n nama photographernya .. makasih atas waktunya


One Trackback/Pingback

  1. By Karapan Sapi Madura « Preman Terminal on 20 Jul 2011 at 10:56 pm

    […] dan menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke Madura. Berbeda dengan event karapan sapi tahun sebelumnya, tahun ini karapan sapi diikuti para peserta tidak saja dari wilayah Bangkalan dan Madura tetapi […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: