Skip navigation

Perjalanan dan Kedatangan di Solo

Rombongan Nak-kanak Blogger Madura (maaf ya teman-teman, saya lebih suka nama ini) atau Plat-M yang berjumlah 43 orang dan menjadi kontingen terbesar dan komunitas termuda dalam acara Jambore Blogger Nasional tahun ini, tiba di Solo hari Jumat (04/05/2010) di Stasiun Solo Jebres sekitar pukul 18.30 WIB. Perjalanan cukup jauh yang ditempuh dengan memborong satu gerbong kereta api membuat para anggota rombongan banyak yang mengalami kelelahan. Untungnya panitia sudah menanti dengan bus jemputan di stasiun (terima kasih kepada panitia), jadi kita tidak perlu waktu lama untuk sampai di penginapan.

Sesampainya di Wisma Seni (penginapan peserta), rombongan Plat-M disambut oleh para pembesar Komunitas Blogger Bengawan, salah satunya tentu saja Pak Blontankpoer yang tersohor itu (worship). Selain teman-teman dari Bengawan, di sana juga sudah ada rombongan dari Be-Blog yang kelihatannya juga baru tiba dari Bekasi. Sambil menunggu pembagian kamar, kita sempat mengobrol dan kangen-kangenan dengan teman-teman Bengawan dan Be-Blog (yang dulu ketemu di Amprokan Blogger Bekasi) di pendopo Wisma Seni.

Cukup lama juga obrolan seru itu berlangsung sampai akhirnya seluruh rombongan Plat-M mendapatkan kunci kamar untuk beristirahat, mengumpulkan semangat untuk menjalani acara di hari pertama esok. Nyaman rasanya ketika sampai di kamar dan bertemu kasur empuk dan hembusan angin sejuk dari AC, jadi pengen langsung tidur rasanya. Namun tidur bukanlah tujuan utama ke Solo, setelah mandi dan ganti baju kita cari tempat nongkrong di depan wisma, ada warung pojok yang menyediakan hidangan nasi kucing dan aneka jenis minuman hangat. Untuk mengisi perut yang kosong saya pesan satu bungkus nasi kucing dan segelas wedang jahe untuk menghangatkan badan.

Perut kenyang, badan hangat, kita kembali ke wisma setelah mengobrol panjang kali lebar dengan blogger guspur, yang juga pengembang BlankOn, dan rekan-rekan yang lain. Beberapa teman menyempatkan diri ngenet menggunakan fasilitas hotspot Wisma Seni, beberapa lainnya menyaksikan pergelaran seni, sementara sisanya langsung beristirahat.

Hari #1

Hari pertama didominasi acara berbagi atau istilah asingnya sharing, berbagi pengalaman antara blogger, pengusaha mikro dan kecil-menengah, dan tentu saja pemerintah setempat. Acara diawali dengan pembukaan yang cukup meriah dan menarik perhatian para blogger, tarian kontemporer dan pameran batik dari para peserta Solo Batik Karnival. Menurut keterangan Bu Eni dari Dinas Kominfo Surakarta (yang memberikan sambutan kemudian), semua kostum Batik yang keren dan megah dalam acara Solo Batik Karnival tersebut adalah disain dan karya para peserta sendiri. Batik yang ditampilkan dalam acara ini memang sangat unik, menarik, modern, dan fantastik. Ini bukanlah Batik biasa, melainkan Batik yang telah dikreasikan sedemikian rupa sehingga tampak sangat berbeda dan bahkan menurut pendapat saya pribadi, siap untuk go international di panggung-panggung catwalk acara pergelaran busana tingkat dunia.

Sambutan-sambutan dimulai oleh Ketua Panitia, dalam sambutannya Mas Mursid memberikan laporan tentang kegiatan Sharing Online Lan Offline 2010 dan juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen blogger dari seluruh Indonesia. Sambutan berikutnya seharusnya diberikan oleh Wali Kota Surakarta tetapi karena beliau ada acara mendadak, sambutan diberikan oleh Bu Eni selaku Kepala Dinas Kominfo mewakili wali kota. Namun begitu, Wali Kota Surakarta pada akhirnya dapar juga menyambut para peserta Jambore Blogger Nasional pada siang hari sebelum jam makan siang.

Sesi sharing dimulai dengan presentasi yang sangat inspiratif oleh Mas Bahtiar dari Gerombolan Bundaran Hotel Indonesia. Gerombolan ini bermula dari pengembaran Mas Bahtiar untuk mencari pekerjaan di ibu kota yang begitu kejam. Dalam presentasinya, Mas Bahtiar bercerita bagaimana susahnya mencari pekerjaan di Jakarta, penyesuaian diri dengan tatanan budaya ibu kota yang dapat mengakibatkan culture shock, atau bahkan untuk sekedar mencari tempat nongkrong yang murahpun susahnya minta ampun. Sampai akhirnya menemukan pelataran di depan Plaza Indonesia, menuliskannya di blog, mendapatkan beberapa teman lain untuk bergabung nongkrong, dan akhirnya terbentuklah Gerombolan Bundaran Hotel Indonesia.

Yang menarik dari gerombolan ini, dalam kesibukan mereka mencari penghidupan di hiruk-pikuk ibu kota, mereka masih sempat memikirkan untuk menolong orang lain yang bernasib kurang baik. Berawal dari ngumpul dan nongkrong, kemudian sharing berbagai ide untuk kegiatan, lahir pemikiran untuk menyumbangkan kambing untuk Bangsari. Kambing ini kemudian dibagikan ke anak-anak usia sekolah untuk diperlihara sebagai modal untuk membiayai pendidikan mereka. Selain itu ada juga gerakan mengumpulakan buku “Gerakan 1000 Buku” yang sudah berhasil mengumpulkan 3000-an buku. Sungguh komunitas yang sangat inspiratif.

Sesi berikutnya, presentasi dilakukan oleh beberapa pengusaha mikro dan kecil-menengah dari kota Solo. Diawali oleh Pak Benyamin Esa atau lebih akrab disapa Pak Ben. Beliau ini seorang pengusaha yang bergerak di bidang percetakan, untuk alasan lebih mudah diingat beliau memilih Esa Grafika untuk nama usahanya. Pak Ben banyak bercerita tentang pengembangan usahanya mulai dari menguasai pasar di Surakarta dan sekitarnya, lalu merambah ke Jawa Tengah bahkan akhirnya Jawa Timur. Pak Ben juga menerangkan bagaimana ia mulai mengenal internet untuk promosi usahanya. Walaupun awalnya gagal untuk membuat website tetapi kini Pak Ben sudah memiliki blog yang beliau gunakan untuk memajang foto-foto produk Esa Grafika. Menggunakan tagline “Pusatnya Paper Bag, Furing Bag dan Digital Bag di Solo”, Pak Ben berhasil memperluas jangkauan pasarnya dengan bantuan internet. Bahkan kini, Pak Ben tidak perlu lagi keliling berbagai kota untuk mempromosikan produknya seperti yang dulu ia lakukan.

Berikutnya ada Mas Azis dari Batik Putra Laweyan. Mas Azis ini berbagi bagaimana pemasaran Batik dilakukan oleh Putra Laweyan melalui media online. Melalui situs mereka kita sudah bisa melihat katalog dengan harga dan persediaan stok berbagai produk Batik yang ditawarkan, bagaimana melakukan pemesanan dan bertransaksi, dan informasi lainnya. Kalau diperhatikan, penggunaan media online oleh Putra Laweyan sudah setingkat di atas Esa Grafika, walaupun belum ada cara untuk membayar secara online, jadi belum dapat dikategorikan sebagai e-commerce secara full. Sangat disayangkan juga dalam presentasinya ini, Mas Azis tidak membuat slide presentasi (sama seperti Pak Ben) yang membuat presentasi jadi kurang menarik.

Sesi sharing ditutup dengan presentasi dari Jarpuk atau Jaringan Perempuan Usaha Kecil-menengah dan XL selaku sponsor utama acara ini. Jarpuk ini sebuah komunitas yang mewadahi para pengusaha perempuan dalam sebuah jaringan komunitas. XL sendiri dalam presentasinya menceritakan bagaimana Internet akan menjadi bagian kehidupan sehari-hari manusia beberapa tahun ke depan. Untuk itu XL akan memberikan pelayanan terbaik dalam menyediakan koneksi Internet yang murah dan berkualitas. Di akhir acara XL selaku sponsor juga membagi2kan doorprize yang lumayan banyak ke para blogger, dan yang paling menarik XL menyediakan 2 BlackBerry untuk dua blogger dengan postingan paling menarik mengenai acara ini.

Hari #2

Hari kedua, menurut pendapat saya pribadi, sebenarnya adalah bagian paling menarik dari acara ini. Mengapa? Karena eh karena, hari kedua ini acaranya adalah jalan-jalan keliling kota Solo atau kota Surakarta. Total ada empat tour yang disediakan oleh panitia untuk hari kedua ini. Pertama “Susur Bengawan Solo (Sukoharjo – Taman Jurug)”, kedua “Kunjungan ke Kampung Batik (Laweyan, Kauman, Klewer)”, ketiga “Jalan-jalan ke Kerajinan Tembaga Cepogo”, dan keempat “Kunjungan Pembuatan Keris, Wayang, dan Gamelan”. Sayangnya karena jarak di antara tempat-tempat yang akan dikunjungi cukup jauh dan pertimbangan waktu, panitia menyatakan bahwa blogger harus memilih salah satu dari empat tour tersebut.

Setelah dipikir dan dipikir lagi, saya akhirnya memilih ikut rombongan “Kunjungan ke Kampung Batik (Laweyan, Kauman, Klewer)”. Saya pikir akan sangat menarik bisa menyaksikan langsung pembuatan Batik di sebuah perkampungan yang dipenuhi pengusaha Batik, di sini-sana pasti hanya ada Batik dan Batik. Belum lagi kalau bisa mencoba langsung membuat Batik, mengguratkan malam ke kain dan membentuk pola yang nantinya akan menjadi sebuah kain Batik, wah pasti sangat menarik.

Dan ternyata tour hari itu (06/06/2010) lebih dari apa yang saya bayangkan. Para blogger tidak saja dibawa melihat pembuatan Batik tetapi juga beberapa tempat bersejarah dari jaman perjuangan melawan penjajah dulu. Sebut saja Langgar Merdeka dan sebuah Bunker yang dulu digunakan sebagai tempat persembunyian para pejuang, pasareyan Mbah Yai Henis, ada juga bangunan-bangunan tua dan masih banyak lagi. Sayangnya perjalanan harus ditempuh dengan jalan kaki (dan sepertinya inilah cara terbaik), sehingga cukup melelahkan. (Kalau ada waktu dan hasrat menulis, mudah-mudahan saya akan menulis khusus tentang kampung Batik ini).

Satu lagi yang menarik dari acara di hari kedua ini, ada cucunya Alm. Mbah Gesang (tahu kan, pencipta lagu “Bengawan Solo” yang terkenal itu) yang menyanyikan beberapa lagu keroncong untuk menemani makan siang para Blogger. Duh, alunan suaranya itu merdu sekali, sangat enak untuk didengarkan. Acara kemudian ditutup oleh Donny B.U dari ICT Watch dan Gerakan Internet Sehat dengan sebuah presentasi tentang media online dan pemanfaatannya.

Wah tidak terasa acara berakhir juga, tidak terasa juga tulisan ini sudah sangat panjang kali lebar. Tidak terasa juga tulisan ini sudah begitu telat, hampir seminggu setelah acara berlangsung baru ditulis. Tapi tak apalah yang penting masih menulis. Oh ya, untuk foto-fotnya sepertinya akan dibuat posting tersendiri aja. Tunggu saja…

17 Comments

  1. amankan pertamax *semoga

  2. Sampe ketemu lagi di kumpul blogger berikutnya di Bangkalan 🙂
    Plat-M bersiap menjadi tuan rumah ya 🙂

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

  3. maknyus bang….. akhirnya posting juga noch.

    • L 4 14 LA (alay mode on)
      Nyempat2in waktu buat nulis…

      • Ok lah bang…. lah itu tulisanmu lebih bagus bang, jadi kau sajalah bang yang nulis di Plat-M. 😀

        • Wah ga ada alasan seperti itu, semua orang berhak untuk menulis di Plat-M terutama generasi mudanya itu..

  4. kita ketemu gak ya kemaren waktu disolo, kita blm saling mengenal keliatannya, ya mudah2an kalo ada acara seperti ini kita bisa ketemu dan kenalan…..

    • Ga ngerti juga, mungkin aja ketemu tapi belum saling kenal.
      Salam kenal aja, sebagai awal pertemuan…

  5. tukeran link boleh nggak, link nya anda udah saya pasang di blog saya…..

    • Oke gan, segera saya pasang link sampean di sini..

  6. hadiyah jatuh ke plat m semua …
    banyak jama’ahnya …

    salam,
    bahtiar

    • Wkakakaka…
      Semoga BB itu jatuh ke tangan anak2 Plat-M juga mas.. 😀

  7. Oy bang linkku kok tak ada di blogmu. 😀

    • Nantilah aku buatkan tenang saja lah, masalah gampangnya itu..

  8. asik jalan jalan,… 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: