Skip navigation

Hampir dua minggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 29 & 30 April hingga 1 & 2 Mei (berangkat 29 April dan kembali 2 Mei) saya bersama rekan-rekan dari UKMF ITC Universitas Trunojoyo berkesempatan mengunjungi Kota Pare di Kabupaten Kediri. Bagi saya pribadi kesempatan ini terasa istimewa karena merupakan kesempatan pertama bagi saya untuk menginjakkan kaki di tanah Kediri. Tujuan utama kunjungan saya ke Pare ini tentu saja untuk mengkampanyekan penggunaan GNU/Linux dan Free Software and Open Source Software (FOSS) di dunia pendidikan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program kerja UKMF ITC yang diberi judul “ITC Brings Linux to School“.

Karena tujuan utama perjalanan ini adalah kampanye GNU/Linux dan aplikasi-aplikasinya untuk dunia pendidikan maka acara yang pertama kali harus saya lewati tentu saja adalah acara sosialisasi BlankOn, Ubuntu, dan Sabily di SMA Negeri 1 Pare. Acara ini dihadiri oleh sekitar 50 puluh siswa/i SMA N 1 Pare dan dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SMA N 1 Pare. Setelah acara pembukaan yg dimulai dengan kata sambutan dari Ketua Umum UKMF ITC dan Kepala Sekolah SMA N 1 Pare, sosialisasi dimulai oleh Aris (Koordinator KOELIT) dengan sebuah presentasi tentang apa itu GNU/Linux, apa untungnya make GNU/Linux, mengapa harus GNU/Linux untuk dunia pendidikan, dan serba-serbi lain tentang GNU/Linux dan FOSS.

siswa/i sman 1 pare registrasi acara

Peserta melakukan daftar ulang

acara pembukaan sosialisasi linux

Bpk. Kepala Sekolah didampingi Ketum UKMF ITC

sedang memperhatikan materi

Peserta menyimak presentasi

Berikutnya giliran saya untuk mendemonstrasikan penggunaan BlankOn Linux dan aplikasi-aplikasi di dalamnya seperti OpenOffice Writer, Impress, dan Calc, GIMP, serta Inkscape. Di samping itu saya juga mendemokan penggunaan Stellarium sebagai planetarium yang dapat digunakan untuk mempelajari astronomi seperti kejadian gerhana Matahari total. Dalam kesempatan ini saya juga berhasil menodong tiga orang anggota UKMF ITC untuk mendemokan perangkat lunak penggebuk drum Hydrogen oleh Lukman, menggambar manga menggunakan Inkscape oleh Slametux, dan main gitar pake Tux Guitar oleh Aris.

pemateri sosialisasi blankon

Bang Preman bisa tertawa juga

piagam kesepahaman kedua pihak

Semoga kerja sama terus berlanjut

foto bersama panitia

Narsis bareng panitia dan peserta

Acara utama selesai, saya dan rekan-rekan yang lain beranjak meninggalkan SMA N 1 Pare untuk melanjutkan acara jalan-jalan yang tidak kalah penting. Tapi sebelumnya perut harus diisi bahan bakar dulu karena perjalanan berikutnya akan cukup melelahkan. Tujuan berikutnya tentu saja adalah Gunung Kelud yang tersohor itu, salah satu gunung berapi yang masih aktif di Jawa Timur dan bahkan kini sudah memiliki anak (ternyata gunung bisa punya keturunan juga).

Perjalanan menuju Gunung Kelud menyajikan pemandangan yang sangat memanjakan mata. Pemandangan yang hijau dan menyegarkan mata, perjalanan ini juga cukup menantang dan memacu adrenalin. Kondisi jalan yang menanjak dan keberadaan jurang atau tebing di kanan/kiri jalan membuat jantung berdetak kencang. Namun semua ketegangan itu akan terbayar begitu menginjakkan kaki di Gunung Kelud dengan pemandangannya yang menakjubkan.

gunung batu

Ini gunung atau apa ya??

pemandangan di puncak

Di puncak sana ada gazebo

semua kru berpose bersama

All crew, sebelum memasuki terowongan

Salah satu pemandangan yang cukup menakjubkan di Gunung Kelud adalah kemunculan Anak Gunung Kelud di tengah kawah gunung. Konon katanya dulu tempat kemunculan anak gunung itu adalah kawah yang berisi air hangat sehingga mirip danau dan sering juga digunakan untuk mandi oleh wisatawan yang berkunjung ke sana. Tapi itu dulu, sekarang kawah itu sudah hampir hilang digantikan oleh gundukan tanah yang semakin meninggi dipenuhi kepulan asap yang menimbulkan bau.

di kawah

Berfoto dengan latar Anak Gunung Kelud

asap mengepul

Anak Gunung Kelud

hijau dan indah

Pemandangan dari kawah

Namun yang lebih menakjubkan adalah pemandangan dari puncak gunung, setelah menaiki ratusan atau mungkin ribuan tangga dengan berpeluh keringat untuk mencapai puncak, kita akan disuguhi pemandangan yang sungguh luar biasa indah.

jalan berkelok

Jalan akses ke Gunung Kelud tampak dari puncak

di puncak kelud

Kru yang mencapai puncak Kelud berfoto

kelok nan indah

Jalan berkelok dari sisi lain di puncak

menuruni tangga

Pas turun kaki serasa mau copot

Selesai menjelajahi Gunung Kelud tak terasa waktu sudah hampir malam, bahkan pintu gerbang menuju Gunung Kelud hampir saja ditutup oleh penjaganya. Begitu seluruh kru berkumpul, kita sempat terpisah karena ada yang tidak kuat ke puncak, maka langsung saja meluncur meninggalkan Gunung Kelud. Sesampainya kembali di Pare hari sudah malam, waktunya untuk ngopi di Klotok sambil evaluasi program kerja.

Keesokan harinya perjalanan dilanjutkan ke dua tempat wisata air terjun di Kediri. Sebelum berangkat ke air terjun, kita singgah dulu di SLG alias Simpang Lima Golo dan bernarsis ria di tempat yang mungkin akan menjadi land mark Kediri ini.

simpang lima golo

Selasa di lual negeli kata Roni

foto di dalam slg

Narsis itu harus biar eksis

foto model semua

Kru mencoba menjadi foto model

Dan teryata perjalanan ke Air Terjun Ironggolo tidak kalah menantang dengan perjalanan menuju Gunung Kelud. Bahkan beberapa motor harus melakukan formasi zigzag untuk mengatasi tanjakan yang kembali memacu adrenalin. Untungnya kita semua dapat sampai di tujuan dengan selamat di lokasi air terjun untk menikmati gemiricik air dan pemandangan hutan yang hijau dan menyejukkan mata.

di air terjun ironggolo

Narsis kembali di air terjun

air terjun ironggolo

Ada penampakan

air terjun

Untung bukan syuting Air Terjun Pengantin

terjun airnya

Air terjun pengantin??

Perjalanan yang cukup melelahkan tapi sangat menyenangkan. Terutama untuk mengobati kepenatan dengan rutinitas kampus yang terkadang menjemukan. Terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk tuan rumah SMA N 1 Pare, juga ke pada rekan-rekan Naim, Ilham, Maskun, dan Rosyid yang telah menjamu kita dengan sangat baik. Tak ada yang dapat saya lakukan untuk membalas kebaikan kalian kawan, semoga berkat Tuhan selalu besertamu dan keluarga. Sampai ketemu di acara “ITC Brings Linux to School” selanjutnya.

Iklan

4 Comments

  1. aku mau tanya…
    di mana saya bisa dapat kan CD ubuntu di kota pare…
    dari kmaren aku muter2 gak dapet…..
    tolong kirim ke email saya ato hubungi aku di
    081335630539
    tank sebelumnya…..

    • Nanti saya coba hubungi teman saya yg berdomisili di Pare mas..

    • sayang ,baru denger pertanyaanya sekarang .;( .saya punya beberapa .ISO linux maupun yg sudah “bakaran” .pingin banget punya temen sharing linux di pare ini.

  2. wah sapa yaa yang linux user,,,
    ane juga pakai ne, tapi masih baru, d daerah pare gan,,,

    lo da yg user sharing donk,,,
    d pare ne
    sms ja 087 758 141 930


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: