Judulnya Merah-Putih, film ini sepertinya layak ditonton untuk menyambut Hari Kemerdekaan. Jarang-jarang ada film nasional yang mengangkat sejarah oerjuangan negeri ini ke layar lebar. Film ini adalah salah satu di antara yang jarang itu. Film produksi Pt Media Desa Indonesia, Margate House dan diproduseri oleh Hashim Djojohadikusumo, Rob Allyn, dan Jeremy Stewart ini didukung oleh ahli perfilman internasional di bidang special effect seperti Adam Howard (Saving Private Ryan, Black Hawk Down).
Berlatar sejarah otentik perjuangan Indonesia untuk kemerdekaan pada tahun 1947 ketika terjadi Agresi Militer Belanda pimpinan Van Mook yang menyerang jantung kaum republik di Jawa Tengah, MERAH PUTIH bercerita tentang sekelompok pejuang kemerdekaan yang harus bersatu untuk bertahan dari pembunuhan, berjuang sebagai pejuang gerilya, untuk menjadi anak-anak bangsa sesungguhnya, terlepas dari konflik pribadi yang tajam dan perbedaan yang besar dalam kelas sosial, suku, daerah asal, agama, dan kepribadian.
Mungkin banyak orang yang tidak akan percaya kalau ternyata terminal (atau biasa juga disebut konsole atau shell) bisa juga digunakan untuk hal-hal yang menyenangkan, tidak melulu administrasi sistem, mengurus server, kompilasi kernel, hacking, atau pekerjaan yang biasa dilakukan geek lainnya.
Hmm… setelah gerakan open source, open content, open hardware, dan berbagai gerakan buka-bukaan lainnya (asal jangan porno aksi atau porno grafi), kini giliran open movie yang mulai merambah dunia. Sesuai dengan namanya, gerakan ini adalah sebuah gerakan yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan movie/film yang bersifat terbuka (terbuka dalam pengertian orang lain bebas membuat pekerjaan turunan dari movie tersebut). Ciri utama gerakan open movie adalah penggunaan perangkat lunak open source dalam pembuatan film-nya.