Skip navigation

Arsip Kategori: Terminal

Saya mengalami hal ini beberapa hari yang lalu. Ceritanya salah seorang teman saya yang masih menggunakan sistem operasi milik tetangga, meminjam harddisk eksternal (milik lab) dari saya. Kebetulan harddisk ini juga menggunakan file system NTFS. Setelah dia kembalikan saya hendak menggunakannya menyalin image BlankOn Live CD jahitan harian dari salah satu PC di lab yang rencananya akan saya bawa pulang ke kontrakan untuk dites.

Baca Lebih Lanjut »

Ternyata bisa chatting juga lewat terminal atau konsole. Enak buat gaya-gayaan dan menghemat memori. Nama aplikasinya finch, kalau mau instal pake aptitude saja. Kali ini saya hanya menunjukkan tangkapan layar dari PC yang saya gunakan, tapi tenang saja lain kali saya akan bahas aplikasi ini.

Baca Lebih Lanjut »

Cukup bermodalkan sebuah jendela terminal dan program lftp, kita sudah mendapatkan sebuah pengelola unduhan dan penggegas unduhan (terjemahan versi saya sendiri dari download manager dan download accelerator) yang mampu menyedot semua kapasitas lebar pita (bandwidth) yang anda miliki. Saya sudah merasakan sendiri kesaktian pusaka pendekar-pendekar Linux yang satu ini, bahkan saat pengelola unduhan lain hanya mampu menggenjot kecepatan antara 1KB/s s.d. 10KB/s lftp mampu mendapatkan kecepatan diatas 50KB/s. Tapi harap diingat bahwa semua aktivitas internet lain akan terbengkalai dan macet total karena perkakas satu ini.

Baca Lebih Lanjut »

Instalasi

$ sudo apt-get install terminator

Screenshot

Terminator

Terminator


Terminal emulator
yang satu ini memang istimewa, untuk membuka banyak terminal kita cukup menggunakan satu jendela tanpa tab. Semua terminal akan terbuka dalam satu jendela, sehingga lebih mudah untuk berpindah antar terminal. Untuk membuka terminal baru tinggal klik kanan di Terminator lalu pilih Split Horizontally atau Split Vertically.

Hmm.. tips ini berguna bagi teman-teman yang lupa atau salah setting (baca mengatur) zona waktu (istilah British-nya Time Zone, bukan tempat main di mall itu loh) di Ubuntu server edition edisi pelayan (begini kalau menuruti Bahasa Indonesia yang baik dan benar, EYD). Kalau di desktop dengan GUI yang ramah teman (baca user friendly) mah gampang, bagai mana kalau di layar hitam putih di server itu? Sebenarnya juga gampang (bahkan lebih gampang), hanya saja kita terkadang lupa atau belum tahu. Nah supaya tidak lupa lagi, saya bantu membuat dokumentasinya di blog saya ini.

Baca Lebih Lanjut »

You may not believe me, but just try to run gparted from terminal without the sudo command preceding it

$ gparted

and you’ll see this dialog

It's a weapon of mass destruction

It's a weapon of mass destruction

Baca Lebih Lanjut »

Mungkin banyak orang yang tidak akan percaya kalau ternyata terminal (atau biasa juga disebut konsole atau shell) bisa juga digunakan untuk hal-hal yang menyenangkan, tidak melulu administrasi sistem, mengurus server, kompilasi kernel, hacking, atau pekerjaan yang biasa dilakukan geek lainnya.

Baca Lebih Lanjut »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 748 pengikut lainnya.