Skip navigation

Ketika presiden kita lebih senang berpidato menggunakan istilah-istilah asing yang mungkin tidak dimengerti oleh sebagian rakyatnya. Ketika para pejabat dan para pengusaha beserta jajaran orang kaya di negeri ini lebih senang berwisata ke negeri orang. Ketika para pemuda dan pemudi lebih memilih menari ala boyband/girlband Korea daripada belajar menari Jaipong atau Serampang Duabelas. Ketika para orang tua lebih memilih mengkursuskan anaknya untuk belajar bahasa Inggris ketimbang menggunakan bahasa ibunya. Ketika para pelajar lebih memilih melanjutkan belajarnya di negeri seberang. Ketika para jenius tak mau pulang mengabdi lagi untuk negerinya. Kemanakah sumpah pemuda itu? Masihkah kita bangga mengaku bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu?

About these ads

  1. Kalo seumpama org tua tidak mengkursuskan anak2nya belajar bhs inggris bagaimana anak tersebut bisa belajar ilmu yg rata2 ilmu tersebut memakai bhs inggris? komputer juga rata2 memakai bhs inggris dan yg memakai bhs indonesia juga kurang

    • Pernah lihat orang Indonesia yg selalu merasa kesulitan belajar karna katanya semua referensi bagus berbahasa Inggris tapi pas dihadapkan dng sistem operasi komputer berbahasa Indonesia malah bingung dan memilih bhs Inggris? Negeri ini memang aneh, belajar bhs Inggris itu ga salah tapi jangan sampai lupa kacang akan kulitnya apalagi sampai menggunakan istilah asing hanya utk gagah-gagahan biar dibilang gaul/keren.

  2. bener banget. saya akui, saya lebih mudah mengakses aplikasi dengan bahasa inggris.. karena justru bahasa indonesia yang kurang familiar. miris.. selain itu, banyak juga yang nilai ujiannya lebih bagus bahasa inggris daripada ahsa indonesianya.. wow

  3. Coba dulu ketika sumpah pemuda disepakati BAHASA PERSATUAN ADALAH BAHASA INGGRIS… mungkin secara ilmu dan teknologi kita tdk tertinggal dg bangsa lain… Inget waktu masih kuliah dulu saya dipaksa pakai buku bahasa inggris…bisanya cuma latihan soal thok…inti sari dari ilmu sulit didapat… yang penting bisa ngerjain soal dan lulus dah cukup. Mau pakai buku terjemahan kadang terjemahannya juga ngawur.. Apalagi misalnya buku ekonomi yang nerjemahin bukan orang ekonomi…ditanggung bingung yang baca. Mungkin ada baiknya ketika ada literatur baru keluar, pemerintah langsung beli hak ciptanya trus suruh mendibud terjemahkan dengan terjemahan yang baik… trus di share… bisa dalam bentuk buku, ebook.. dll……. mungkin anak bangsa ini bisa agak pinter

  4. #prihatin, mas!

    (sekalian ijin sindikasi tulisan di sini utk diumpankan ke foss.web.id, matur nuwun!)

  5. kamu kan pemuda juga bang…
    hohohoho nitip lapak bang..
    maaf…

    http://ahmadfaza.com/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html

  6. sumpah pemuda itu… kita sebagai pemuda berusaha untuk melakukan hal2 yang bermanfaat utk kebaikan :D

  7. hohohoho….. memang ada benarnya namun tidak semuanya seperti itu bang…..
    saya rasa itu semua kembali ke alasan masing-masing orang. kita tidak bisa hanya karena melanjutkan sekolah ke luar negeri trus dibilang “kemana sumpah pemuda dalam diri kita?” gak bisa seperti itu bang. setiap orang memiliki alasan untuk apa yang dia lakukan. :D

  8. untuk para pemuda indonesia ==> sumpah pemuda,
    tapi untuk paguyuban blogger nusantara ==> tekad blogger nusantara


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 748 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: