Kalau manusia bercermin menggunakan kaca, maka di Linux (khususnya distro-distro berbasis Debian) ada debmirror. Mirroring sendiri bisa diartikan sebagai upaya untuk membuat salinan isi sebuah site. Menurut wikipedia:
“In computing, a mirror is an exact copy of a data set. On the Internet, a mirror site is an exact copy of another Internet site. Mirror sites are most commonly used to provide multiple sources of the same information, and are of particular value as a way of providing reliable access to large downloads. Mirroring is a type of file synchronization.”
Dengan kata lain mirorring merupakan sinkronisasi berkas yang ada di server utama dengan server yang akan menjadi cermin. Beberapa alasan dan (mungkin juga) kegunaan mirroring ini:
- Untuk mempercepat akses unduh pengguna di daerah geografis tertentu. Contohnya, mengunduh berkas ISO distro Linux dari kambing akan lebih cepat (buat pengguna di Indonesia) dari pada mengunduh langsung dari server distro yang berkaitan.
- Untuk melakukan “balance load”. Ini sangat berguna untuk situs yang sangat populer untuk saat-saat tertentu. Ubuntu misalnya, ketika melakukan rilis distro terbarunya akan diakses oleh ratusan ribu sampai jutaan orang dari seluruh dunia, jika server yang digunakan hanya satu kemungkinan besar server tersebut akan collapse.
- Mempertahankan isi bersejarah sebuat site.
- Dll.
Beberapa aplikasi yang biasa digunakan untuk melakukan mirroring ini diantaranya rsync, debmirror, dll. Bagi para pengguna / admin distro Debian mungkin sudah tidak asing lagi dengan debmirror. Menurut penjelasan dalam paketnya, debmirror merupakan:
“This program downloads and maintains a partial local Debian mirror.
It can mirror any combination of architectures, distributions and
sections. Files are transferred by ftp, http, hftp or rsync, and package
pools are fully supported. It also does locking and updates trace files.”
Instalasi
Seperti biasa, instalasi di Debian (dan turunannya) bisa menggunakan Synaptic Package Manager, aptitude, atau tool favorit saya:
$ sudo apt-get install debmirror
Mudah bukan?
Penggunaan
debmirror dijalankan langsung dari terminal dengan mengetik perintahnya:
debmirror --verbose --method=http --host=mirror.its.ac.id \
--dist=hardy,hardy-security,hardy-updates \
--section=main,multiverse,restricted,universe \
--arch=i386 --nosource --root=ubuntu \
--ignore-release-gpg --pdiff=none /home/cermin/ubuntu
Penjelasan dari perintah tersebut kira-kira seperti ini:
--verbose: tampilkan proses yang sedang berlangsung--method=http: koneksi menggunakan protokol http, bisa diganti dengan ftp--host=mirror.its.ac.id: server yang akan dijadikan acuan (berkas-berkas akan disalin dari server ini), kenapa memilih ITS, karena ITS paling dekat dengan kampus tempat saya kuliah dan juga tergabung dalam jaringan inherent. Beberapa cermin lain di Indonesia- –dist=
hardy,hardy-security,hardy-updates: biasanya adalah code name rilis distro bersangkutan ditambah beberapa update. --section=main,multiverse,restricted,universe: bagian dari respositori yang akan disinkronkan, sangat bergantung dengan distro yang berkaitan.--root=ubuntu: direktori dimana repo yang akan diunduh disimpan./home/cermin/ubuntu: direktori target.
Untuk opsi lain silakan merujuk ke halaman manual debmirror. Tanda \ artinya perintah tersebut harus dituliskan dalam satu baris tanpa menekan tombol enter. Supaya lebih praktis perintah ini bisa dijadikan sebuah shell script, lalu buat penjadualan dengan cron sehingga perintah ini akan berjalan sesuai waktu yang ditentukan tanpa harus dieksekusi secara manual (dibahas lain waktu kali ya).














